136 Dirham Perak Zakat Mal Dibagikan, di Depok

607

Zakat mal sebanyak 136 Dirham perak telah dibagikan di kalangan mustahik di kawasan Depok, Tanah Baru. Para mustahik kemudian pergi ke Pasar Muamalah, membelanjakan dirham mereka.

Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam bersabda: “Sunnahku di pasar, sama dengan Sunnahku di masjid.” Pasar  bersandingan dengan masjid. Dalam pasar, berlaku juga hukum yang berlaku  di masjid. Tanpa ada sewa, tanpa pajak, bebas pilih tempat dan di bawah amr. Dalam masjid kita di bawah Imam.

Kini pasar tak lagi merujuk Sunnah. Pasar berlaku hukum ekonomi, siapa kyat dia menang. Inilah kapitalsme yang menyengsarakan banyak orang. Maka kini pasar hanya berwujud monopoli. Transformasi pasar adlh mall, tempat pertontonan kapitalisme. Kala pemilu, pasar hanya dijadikan komoditi kaum demokrasi seolah merakyat. Tp tak membuat apapun utk memperbaiki pasar.

Pasar muamalah ini adalah ajang ibadah. Di sinilah alat tukarnya bebas sesuai dengan kesepakatan. Dinar emas dan dirham.perak menjadi alat tukar yang adil yang digunakan di pasar ini. Sebelum pasar dimulai, sehari sebelumnya di dibagikan zakat di atas kepada para mustahik. Ada sekitar 136 Dirham yang dibagikan.

Karena kini jaman riba, maka diperlukan pasar yang bebas riba. Maka dibuatlah pasar ini, agar para mustahiq bisa membelanjakan Dirhamnya di pasar ini. Maka dengan demikian, Zakat berputar sesuai rukunnya. Inilah jalan mengembalikan Syariat yang kini runtuh.

Tanpa syariat maka Islam tiada.