Antara Bank, Bankir dan Bank Syariah

1300

Bank adalah institusi riba. Artinya haram hukumnya, meskipun hari ini di setiap sudut jalanan kita  dapat menemukannya.

Bank-bank telah menguasai seluruh sendi kehidupan manusia hari ini. Dari yang di pinggiran jalan, jalan itu sendiri, dan sebagian besar yang berjalan di atasnya. Hampir semua dimiliki bank.  Tidak berarti lalu mengubah hukumnya menjadikannya sebagai institusi yang halal.  Allah SWT bahkan telah menyatakan perang terhadap riba. Dus perang terhadap bank.

Tapi bank hanyalah barang mati. yang membuatnya hidup adalah para bankir yang memiliki dan mengoperasikannya. Maka, peperangan yang Allah SWT nyatakan terhadap riba adalah peperangan yang Allah nyatakan kepada para bankir.

Bankir parasit

Bankir adalah sejenis parasit. Tapi, berbeda dengan parasit pada umumnya, yang akan berhenti menghisap darah korbannya saat kenyang, atau bahkan kemudian mati, bankir adalah parasit yang tak tahu kapan berhenti menghisap darah korbannya. Bankir tidak punya rasa kenyang.

Kejamnya dan tidak berhatinya para bankir adalah: ketika nasabah membayar tepat waktu, dikenainya bunga. Bayar telat, kena bunga dan denda. Bayar lebih awal dan melunasinya, kena denda dan biaya.

Dan bunga itu, tidak seperti bunga yang asli, yang bisa layu suatu saat. Bunganya para bankir adalah bunga yang terus berbunga.

Dan seperti pistol, bukan dia yang membunuh, tapi orang yang menarik picunya. Bukan pula riba yang menindas, tapi para bankir yang menjalankannya

Bank dan bankir Syariah

Maka, diembel-embeli dengan kata sifat apa pun di belakang, termasuk kata “syariah” menjadi  bank syariah sekalipun, bank tetaplah bank. Cara beroperasinya tidak ada yang berbeda. Tetap dengan cara memakan dan menghisap darah korbannya melalui riba, meski itu disebut sebagai bunga, atau bahkan sebagai bagi hasil  dan keuntungan. Dari mana bank bisa berbagi hasil atau memperoleh keuntungan sedang usaha tidak ada? Pedagang bukan. Pengusaha tidak.

Jilbab babi

Bankir adalah rentenir, meski menyebut dirinya sebagai bankir syariah. Meskipun berbaju koko atau rapat berjilbab. Bank adalah satu sistem. Mulai dari BPR/S di tingkat kampung , bank-bank umum di perkotaan, sampai bank-bank internasional di New York dan Londong, tersambung dan terajut dalam satu jaringan yang sama. Yang biasa dan yang syariah, terekat dalam satu komputer dan buku besar yang sama.