APBN Defisit, Pemerintah Jokowi Pangkas Anggaran Militer

592

Dalam RAPBN 2016 direncanakan defisit anggaran hanya akan mencapai 2,35 % dari Produk Domestik Bruto (Total nilai pasar dari produksi nasional). Pemerintah mermperkirakan sampai akhir tahun akan naik menjadi 2, 7 %. Sedangkan defisit anggaran daerah akan mencapai 0,3 % kalau digabung defisit pusat dan daerah menjadi 3 %.  Ini batas maksimal defisit kumulaif Anggaran Pusat dan Daerah dalam UU Keuangan Negara Ini. Defisit membesar disebabkan pendapatan negara dari pajak, pendapatan nonpajak, bea dan cukai kekurangan sekitar Rp 219 Trilyun atau 16,7 milyar dolar. Sedangkan untuk menarik lagi dana utang sudah terlalu berat.

Demikian menurut Dr Sigid Kusumowidagdo seorang pengamat dan pelaku ekonomi di Jakarta.

Sedangkan utang yang masih berjalan (outstanding) 31 Desember 2015 mencapai Rp 3,089 Trilyun dan mulai Januari 2016 bertambah sekitar Rp 300,  terbanyak dalam obligasi (Surat Utang) Negara.  Karena itu pengeluaran pemerintah harus dipotong.

Pemotongan anggaran terjadi pada berbagai proyek, sebagaimana ditunjukkan oleh Dr Sigid, termasuk untuk anggaran militer dan pertahanan, infrastruktur dan enerji serta pendidikan.

kopasus

Berikut beberapa pemotongan anggaran yang akan dilakukan:

1. ANGGARAN PERTAHANAN
Majalah kemiliteran Internasional IHS JANE’S melaporkan Anggaran Militer Indonesia harus dipotong sebesar 7,3 % atau sebesar Rp 7,9 Trilyun (0,6 miliar dolar) dari Rp 100,8 Trilyun untuk tahun 2016. Pada  2015 anggaran pertahanan sebesar Rp 102,31 turun 1,5 % .

Pertanyaannya: berapa besar pengaruhnya terhadap kesiapan perang TNi? Bagaimana akibatnya pada program modernisasi persenjataan untuk mencapai kekuatan esensial minimum.?Apakah juga berdampak pada pesanan kepada industri pertahanan nasional PT Pindad,PT PAL Indonesia PT Dirgantara Indonesai dll.

Negara-negara lain dilingkungan kita justru meningkatkan pertahanannya terkait potensi konflik di Laut China Selatan. Selama 10 tahun saat pemerintah SBY, TNI telah memperoleh anggaran untuk mencapai posisi kekuatan militer ke 12 terkuat di dunia ,Akankah kekuatan TNI turun ,apabla penghematan berlanjut sampai 2018- 2019,. Tentu bagi negara yang merasa kekuatan militer indonesia terlalu kuat mereka sedikit lega dengan kondisi Indonesia sekarang.

2.ENERGI BARU DAN TERBARUKAN
Pada saat ini sumber energi Indonesai seperti minyak bumi dan batubara semakin berkurang (juga harus diekspor dan dampak polusinya) Maka kebutuhan sumber energi baru dan terbarukan perlu dilaksanakan sejak sekarang.Tetapi anggaran pemerintah intuk ptoyek2 itu akan dikurangi dari Rp 2,1 trilyun menjadi Rp 1,7 Trilyun.

3.ANGGARAN TUNJANGAN SERTIFIKASI GURU
Progran ini penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Tunjangan yang diberiikan untuk 2016 telah dipotong sebasar Rp 233 Trilyun dari awalnya Rp 65,7 Trilyun dengan alasan adanya anggaran berlebihan (overbudget). Bagaimana ini bisa overbudget sebesar itu, tentu tidak akan terjadi kalau proses penganggarannya benar

4.ANGGARAN INFRASTRUKTUR

Kalau di awal rencana pemotongan anggaran sebesar Rp 133,8 Trilyun tidak termasik anggaran pembangunan infrastuktur maka pemerintah telah juga mengurangi anggaran Pekerjaan Umum dan perumahan sebesar Rp 7 trilyun (dari total Rp.97,1 T). Demikian juga Kementerian Perhubungan mengurangi Rp 4 Trilyun.

Dengan berbagai kondisi di atas, Pemerintah Jokowi-JK menghadapi piliham sulit untuk maju terus dengan anggaran besar (BIG BANG) dengan risiko krisis keuangan atau memotong anggaran, memperlambat pertumbuhan tetapi bisa mencegah krisis. Walupun demikian ada risikonya jika pertumbuhan terlalu lambat akan mengurangi gairah investor untuk masuk ke Indonesai. Faktor lain yang harus dipertimbagkan adalah lapangan kerja. Pertumbuhan yang rendah akan menyulitkan penyediaan lapangan kerja