Arab Saudi Ancam AS Bila Keterlibatan dalam Aksi 9/11 Diungkap

614

Arab Saudi mengancam akan menjual miliaran dolar AS aset mereka di  Amerika jika Kongres AS meloloskan RUU  bipartisan yang akan memungkinkan korban Peristiwa 9/11 (peledakan World Trade Center) dan serangan teroris lainnya dapat menuntut keterlibatan pemerintah asing.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al – Jubeir mengeluarkan peringatan itu kepada anggota kongres AS bulan lalu saat berkunjung ke Washington.  Dunia investasi AS akan diporakporandakan bila RUU ini diloloskan.  RUU ini  disponsori oleh Senator  Chuck Schumer, D-New York, dan John Cornyn, R-Texas, akan membuka pintu bagi keluarga korban 9/11 untuk menuntut negara-negara asing dan pendukung finnansial kegiatan terorisme. Ini dilaporkan oleh CNN.

“Pemerintah Saudi tahu apa yang mereka lakukan di 9/11, dan mereka tahu bahwa kita tahu apa yang mereka lakukan, setidaknya pada tingkat tertinggi pemerintah AS,” ujar Senator Bob Graham yang selama ini menangani isu 9/11.

Pemerintah Arab Saudi, sekutu kunci AS dan sahabat lama AS yang  strategis di Timur Tengah, tidak pernah secara resmi dianggap terlibat dalam serangan 9/11 dan pejabat Saudi telah lama membantah keterlibatannya. Tapi 15 dari 19 pembajak adalah warga negara Saudi, dan pada bulan Februari, Zacarias Moussaoui, yang disebut sebagai “pembajak ke-20” yang mengaku bersalah karena berpartisipasi dalam konspirasi al Qaeda sehubungan dengan serangan 9/11, menyatakan bahwa  anggota keluarga kerajaan Saudi mendukung  al Qaeda.

King and Obama

RUU itu sendiri didasari oleh sebuah laporan setebal 28 halaman, Laporan Komisi 9/11, yang telah lama ditolak oleh pihak Saudi. Mereka meminta agar dibersihkan dari isinya.  Pemerintahan Bush melayaninya dengan alasan akan mengganggu investasi, tapi tidak lagi oleh Obama.

Maka, lahirlah RUU di atas, yang membuat panas para pejabat Saudi Arabia.  Semua ini menunjukkan Saudi Arabia dan Amerika Serikat adalah dua sekutu kental, tapi saling menyandera, demi kepentingan masing-masing.