Baliho Dakwah Tinggalkan Riba Dicopoti Satpol PP

911

Dalam sepekan ini baliho dakwah agar masyarakat  agar  menjauhi riba yang di pasang di berbagai sudut dan pinggiran jalan di kota Temanggung, Jawa Tengah,  menjadi trending topics di media sosial. Namun, itu tak lama umurnya, karena baliho-baliho itu kini dicopoti oleh petugas Satpol PP Kabupaten Temanggung. Padahal pemasangan baliho-baliho itu sebelumnya telah sepenuhnya seizin pihak Dispenda Temanggung.

Rupanya ada pihak yang keberatan dengan isi baliho yang mengajak  umat Islam meninggalkan riba tersebut.  Pasalnya dalam baliho tersebut disebutkan “bunga bank” yang jel;as merupakan riba. Jadi, sangat jelas, pihak yang keberatan dan karena itu memperalat aparat Pemda untuk mencopoti baliho tersebut adalalah para pembunga uang, alias perbankan.

Dalam baliho tersebut dinyatakan: “Riba sama dengan berzina dengan ibu kandung. Anda akan berdosa punya rumah dengan cara riba.“Ini pernyataan dari Rasul SAW. Sampai di sini bolehjadi tidak ada yang keberatan. Tapi pada kalimat berikutnya, disebutkan: “…perumahan tanpa bank, tanpa riba, tanpa bunga...:

Nah, pada kalimat terakhir  itulah pihak pembunga uang, rentenir, bankir, merasa keberatan. Lalu memperalat aparat untuk mencopotinya. Sadarkah mereka perbuatan ini akan diazab oleh Allah SWT?

Ini juga membuktikan bahwa negara fiskal adalah sistem riba itu sendiri. Karena itu umat Islam harus mulai berhijrah dari sistem batil ini, agar bisa menegakkan syariat Islam, yakni dengan kembali berjamaah di bawah para amir dan sultan dan bertahap menjalankan syariat muamalah bersamaan dengan ibadah.

Mulai tinggalkan bank dan gunakan dinar emas dan dirham perak.

Baliho riba