Bank-Bank Singapura Terancam Krisis Besar

810

Seorang investor miliarder Swiss memperingatkan bahwa bank-bank Singapura saat ini berisiko terperangkap dalam krisis akibat penurunan ekonomi China.

Menurut Mr Felix Zulauf, Presiden Singapore Business Review (SBR), dan pemilik hedge fund berbasis di Swiss Zulauf Asset Management, bank-bank terbesar di Singapura, DBS, OCBC dan UOB, rentan terhadap arus besar modal keluar jika ekonomi Cina mengalami “pendaratan keras”, yang ia perkirakan terjadi tahun ini.

“China dalam siklus hari ini adalah seperti yang terjadi pada sektor perumahan AS selama krisis keuangan tahun 2008,” katanya,. Ia menambahkan bahwa arus modal yang terus-menerus terjadi di Cina akan mendorong regulator untuk mendevaluasi yuan dengan 15 sampai 20 persen,  sebagaimana ditulis oleh www.business.asiaone.com.

Dia memperkirakan situasi akan memburuk menjadi krisis perbanIni sebagaimana ditulis oleh www.business.asiaone.com.kan di seluruh wilayah yang akan memukul Singapura dan Hong Kong dalam keadaan sangat sulit.

Mr Zulauf menjelaskan Singapura akan fatal terkena akibatnya karena telah menarik modal asing dalam volume tinggi selama bertahun-tahun.

“Pinjaman sektor perbankan Singapura telah tumbuh secara dramatis dalam lima atau enam tahun terakhir. Singapura kini mulai kehilangan modal, yang berarti industri perbankannya telah kehilangan deposit,” katanya.

_st_bankszulauf
Sejumlah bank Singapura, termasuk Barclays dan Standard Chartered, telah melakukan sejumlah PHK baru-baru ini, sebagai bagian dari langkah-langkah pemotongan biaya. Barclays Singapore telah merumahkan 100 stafnya pada bulan Januari 16. Saat ditutup tahun 2015 harga saham mereka juga turun 15-20 persen dari awal tahun.

Dalam pesan Tahun Baru Cina, awal pecan ini, Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan bahwa Pemerintah sedang memantau situasi ekonomi yang tidak menentu ini.

Kalau bank-bank Singapura krisis, bagaimana dengan bank-bank di Indonesia? Allah SWT telah berfirman akan menyuburkan sedekah dan menghancurkan riba.