Keadaan Memburuk, Bank of England Peringatkan Bakal Nyetak Duit Baru

647

Situasi perekonomian di Inggirs akibat Brexit beberapa waktu lalu masih tidak stabil.  Dalam sekejap nilai poundtserling mengalami penurunan. Bank of England, bank sentral  Inggris, pun menurunkan basis suku bunga bank sentral, dari 0.5% menjadi 0,25%.

Belum  reda  gejolak yang timbul akibat dua hal tersebut,  Bank of England telah mengindikasikan bahwa bila ekonomi semakin tidak membaik, bank sentral akan melakukan pencetakan uang baru. Kontan, daya beli pound Inggris jatuh untuk kelima kalinya dalam waktu singkat.

“Tingkat suku bunga Bank juga dapat dipotong lebih lanjut, lebih dekat ke nol, dan pelonggaran kuantitatif dapat ditingkatkan,” Ian McCafferty, anggota eksternal Komite Kebijakan Moneter, sebagaimana dikutip oleh Reuters.  “Pelonggaran kuantitaif” atau Quantitaive Easing, tiada lain, adalah pencetakan uang baru.

Pound turun

Itulah resep pamungkas para banker menghadapi krisis: menurunkan suku bunga dan mencetakuang baru.  Akankah hal ini menolong keadaan?

Riba adalah riba. Allah menyatakan akan memusnahkannya.

Shakespeare, pujangga Inggris, telah  menyatakan: nothing will come to nothing!