Prof Timur Kuran: Bank Syariah adalah Bid’ah

533
  1. Bank Syariah, atau Bank Islam, adalah produk utama  ‘ekonomi Islam’, yang asal-usulnya dapat dirujuk pada buku Prof Timur Kuran, Duke University, Islam and Mammon.
  2. Prof Kuran membuktikan bahwa  ekonomi Islam tidak berasal dari ajaran Nabi SAW tapi merupakan ‘tradisi ciptaan’ (bid’ah) yang muncul pada 1940-an di India.
  3. Gagasan tentang disiplin ekonomi ‘yang berbeda dan jelas Islami’ ini sangatlah baru. Tak pernah dikenal sebelumnya
  4. Seorang Muslim paling terpelajar seabad yang lalu bahkan akan tercengang dengan istilah ‘ekonomi Islam’ ini. Sangat asing.
  5. Ide ini lahir dari gagasan seorang aktivis Islam Abul-Ala Maududi (1903-1979), yang menyatakan ekonomi Islam adalah suatu mekanisme untuk mencapai tujuan-tujuan:
  6. Meminimalkan hubungan dengan non-Muslim, memperkuat rasa identitas kolektif Muslim, dan memperluas jangkauan Islam ke aktivitas baru manusia  dan modernisasi.
  7. Sebagai disiplin akademis, ekonomi Islam bergulir selama pertengahan 1960-an, memperoleh bobot kelembagaannya selama booming minyak pada 1970-an.
  8. Yakni ketika Saudi Arabia dan eksportir Muslim lainnya, pertama kalinya memiliki jumlah besar uang, menjadi sumber ‘bantuan besar’ bagi proyek tersebut.
  9. Di Indonesia  sebutan ‘ekonomi Islam’ diperlunak jadi ‘ekonomi syariah’ berkembang sejak 1990-an, ketika Orde Baru mulai ramah terhadap Islam.
  10. Pendukung ekonomi Islam membuat dua klaim dasar: bahwa tatanan kapitalis yang berlaku telah gagal dan bahwa Islam menawarkan obatnya.
  11. Untuk menilai pernyataan terakhir ini, Prof. Kuran memberi perhatian kuat untuk memahami fungsi yang sebenarnya dari ekonomi Islam
  12. Fokusnya pada tiga tuntutan utama: menghapuskan bunga atas uang, mencapai kesetaraan ekonomi, dan membangun etika bisnis yang superior.
  13. Pada semua ketiga hal tersebut, Prof Kuran menemukan kegagalan total. Tak ada satupun yang dicapai.
  14. Tidak ada satu praktek ‘ekonomi Islam’ berhasil membersihkan bunga dari transaksi, dan Islamisasi ekonomi tidak mendapatkan dukungan massa
  15. Teknik ‘eksotis dan rumit’ pembagian laba-rugi seperti ijarah, mudharabah, murabahah, dan musyarakah dalam bank syariah, semua  melibatkan bunga terselubung.
  16. Bank yang mengaku Islam sebenarnya ‘tak lebih dari sekadar lembaga keuangan modern ketimbang sesuatu yang berasal dari warisan Islam.’
  17. Singkatnya, hampir tidak ada sedikitpun Islam dalam perbankan Islam ini. Bank Islam dan bank nonislam saudara kembar belaka.
  18. Hal itu sangat jelaskan mengapa bank-bank konvensional dan perbankan kafir lainnya memiliki deposito ‘sesuai-Islam’ terbesar ketimbang bank khas yang  Islam
  19. Penekanan pada moralitas ekonomi yang diperbarui sama sekali tidak berpengaruh terhadap perilaku ekonomi. Masuknya unsur zakat dalam bank syariah  jadi gimmick belaka.
  20. Berbagai artikel yang ditulis oleh Kuran, selama dekade 1990-an, menunjukkan bahwa perbankan Islam memang sangat menguntungkan.
  21. Bank-bank  Islam tetap mengambil dan memberikan bunga, dengan menampilkannya seolah sebagai pendapatan atas risiko.
  22. Perbankan syariah hanyalah simbolisme belaka, untuk memberikan kesan global pada gerakan Islamisme. Serigala berbulu domba
  23. Nah, saudara-saudara, kepalsuan ‘ekonomi Islam’ semakin banyak terbongkar, baik secara konseptual maupun praktikal.
  24. Ekonomi Islam, telah mengalami titik buntunya, dan akan segera berakhir. Para praktisinya juga tahu  semuanya ngibul belaka.
  25. Secara konseptual telah berakhir karena semakin dibuktikan ketidakterkaitannya dengan syariat Islam. Tidak pernah ada dalam sejarah Islam
  26. Secara praktek ekonomi Islam juga telah berakhir dengan telah kembalinya muamalat, dibukanya pasar-pasar, kembalinya Dinar dan Dirham, dan sebagainya.
  27. Muamalat itulah  yang berasal dari tradisi Rasul, SAW, kini telah mulai dimengerti dan diamalkan kembali di Nusantara, dan tempat lainnya.
  28. Dinar emas dan Dirham perak telah ditransaksikan di pasar-pasar. Zakat telah ditarik dan dibagikan sesuai rukunnya dalam Dinar dan Dirham.
  29. Kontrak-kontrak komersial dan bisnis, qirad dan syirkat, perlahan-lahan telah diterapkan kembali sesuai dengan kaidah aslinya.
  30. Harta, perlahan-lahan, semakin banyak keluar dari timbunan bank dan berubah jadi koin-kaoin emas dan perak, yang berputar di semua kalangan
  31. Ekonomi syariah telah mulai berakhir. Muamalah telah dimulai kembali. Sekian.

islamicmega bank