Giliran Bank Turki Diretas. 4 Juta Dolar AS Terancam Raib.

713

Keamanan transaksi perbankan semakin ringkih.  Para peretas kini  mentargetkan  perbankan  Turki.  Akbank mengalami serangan cyber pada sistem pengiriman uang global SWIFT, menyasar dana  hingga 4 juta dolar AS,  pada 8 Desember lalu. Akbank tercatat sebagai bank terbesar ketiga di Turki.

Namun, pertanyaan Reuter, tidak dijawab pihak bank jumlah uanjg yang telah tercuri, bila itu telah terjadi. Akabank  hanya mengatakan telah segera mengambil langkah-langkah pencegahan dan memberitahu pihak berwenang dan sistem  tetap bekerja dengan baik.  Apalagi, kata Akbank, semua kemungkinan kerugian akan ditanggung oleh asuransi.

Bank terus terancam serangan sejenis, dengan peretas yang makin canggih. Insiden tersebsar dilaporkan terjadi di Bangladesh yang berhasil meretas sebesar 81 juta dolar AS.  Pada Ferbruari 2016 lalu uang sejumlah itu berhasil ditransfer oleh peretas ke empat rekening di Manila, Filipina.  Para peretas mengincar transaksi melalui kode SWIFT.

turkish-akbank

SWIFT adalah bentuk kerjasama antarbank berbasis di Belgia,  dimiliki oleh bank-bank pengguna, yang mencakup baik  bank sentral dan bank komersial. SWIFT setiap harinya  menangani triliunan dolar dalam transfer dana harian, dan dianggap sebagai tulang punggung perbankan internasional.

Didirikan pada tahun 1973, SWIFT mengoperasikan jaringan pesan elektronik  yang selama ini dianggap aman dan terpercaya,. Tapi serangan baru-baru menunjukakn ringkihnya sistem transfer internasional ini.

Yang perlu dipahami awam adalah secara keseluruhan perbankan sama sekali tidak aman bagi  nasabah. Harta nasabah diubah sekadar menjadi medan elektrtik, udara hampa, yang tak lagi dapat dipegang.  Hanya berpindah dari satu komputer ke komputer lainnya. Inilah sistem Riba.

Mulailah hijrah sistem. Kurangi berhubungan dengan bank, kurangi penggunan uang fiat dan uang kertas. Miliki dan gunakan koin emas dan koin perak. Dinar dan Dirham.