Bedah Buku “Kembalinya Khilafah” di Balai Singgasana, Bintan Darul Masyhur

262

Buku “Kembalinya Khilafah” mulai beredar di berbagai kota di Indonesia. Salah satunya di Tanjung Pinang. Untuk itu, Sekolah Muamalah, Kesultanan Bintan Darul Masyhur, memberikan wakaf ilmu dan mengundang khalayak untuk menghadiri acara:

Bedah Nuku “Kembalinya Khilafah” karangan Shaykh Abdalqadir As Sufi.

Jumat 23 September 2016, di mulai jam 16.30 WIB.

Tempat : Balai Singgasana Sri Paduka Tri Buana

Jln Raja Haji Fisabililah No 55 Tanjungpinang kepri (Depan STIE Pembangunan).

Berlaku sebagai nara sumber Amir Ir Rizal Moeis M.Ed.

Sampul Depan Kembalinya Khilafah

Shaykh ABdalqadir as Sufi menyatakan: ”

“Utsmaniyyah belum mati. Hanya tertidur. Seperti Rusia yang telah dibangunkan dari neraka komunisme yang tampak sebagai kekuatan dunia pada 1917 begitupun sekarang Turki membangkitkan harta peninggalannya sebagai penjaga dari seluruh Muslim.

Filosofi barat telah tergeletak mati, seperti diberitahukan oleh Heidegger. Tidak ada pilihan sekarang kecuali mengangkat Mathnawi Rumi, teks yang mengevaluasi semua nilai-nilai pemikiran. Sebagaimana Tekke dibuka lagi di Istanbul dan kota-kota lain, begitu juga harus dibuka di Eropa dan Arabistan.

Kitalah satu-satunya kekuatan sekarang yang dapat menghidupkan kembali masa depan. Kita harus mengenali tugas besar yang telah Allah serukan kepada kita untuk merebut momen itu. Hiduplah di jaman ini sebagai penguasa jaman dan sebagai hamba Allah – dengan cinta dari Mujahid paling agung, Salallahu alayhi, wa sallam”

Nah, bagaimana kita memahami fenomene Utsmani ini? Apa yang menyebabkan kejatuhannya? Dan bagaimana jalan kembalinya? Simak dan hadiri acara bedah buku ini.