Beginilah Mudahnya Qirad Dalam Praktek

1018

Ridwan dan Helmi, dua anak muda yang pandai berdagang tapi tidak punya modal. Maka mereka berqirad dengan pemilik modal. Masing-masing mendapat pinjaman beberapa dirham dari pemodal yang berbeda.
Ridwan menggunakannya untuk berdagang roti. Helmi berdagang susu sapi. Keduanya berjualan di Pasar Muamalah, di Tanah Baru, Depok. Inilah pasar yang tanpa sewa. Tanpa pajak. Tanpa riba. Pasar Muamalah ini diseloenggarakan sebulan sekali oleh Amirat Indonesia.
Dalam beberapa jam dagangan mereka habis. Kontrak qirad segera diselesaikan. Modal dirham dikembalikan kepada pemiliknya. Keuntungan dibagi sesuai kesepakatan. Bila ada kerugian, pemilik modal yang menanggungnya.
Itulah qirad atau mudharabah. Inilah sunnah yang telah kembali. Sangat mudah ketika dijalankan.
Dengan qirad kita tidak memerlukan lembaga rente bernama bank. Permodalan tersedia di tengah masyarakat sendiri.
Dengan qirad anak-anak muda akan tumbuh menjadi pedagang tangguh. Mustahil ada pengangguran. Sebab setiap orang bisa bekerja secar amandiri sebagai pedagang di pasar. Dengan qirad harta tidak disimpan-simpan, tapi berputar produktif di pasar. Maka, masyarakattidak terobsesi untuk menabung-nabung di bank. Hartanya bahkan bertambah melalui perdagangan.
Dengan qirad korporasi penjajariba bernama bank, bprs, bmt, dan sejenisnya, bisa kita singkirkan.

ridwan-jual-roti

Selengkapnya tata cara dan rukun berqirad adalah sebagai berikut:

Dalam buku 32 ini Imam Malik menyampaikan 16 butir riwayat yang mengatur berbagai hal tentang ’Pinjaman untuk Modal’ (Qirad), tentang batasan, persyaratan, yang dibolehkan dan larangan, utang-piutang, sampai tentang pembayaran terkait dengan kontrak qirad.

Bila disarikan intinya adalah sebagai berikut:

  •  Qirad adalah kontrak kerjasama dagang antara dua pihak: yang satu adalah pemilik modal dan yang lain adalah pemilik tenaga yang akan bertindak sebagai Agen bagi pihak pertama.
  •  Pihak kedua menerima modal dari pihak pertama sebagai pinjaman dan akan membagikan keuntungan yang diperoleh dari usaha dagang yang menggunakan modal dari pihak pertama tersebut.

 

helmi-jual-susu

Kondisi-kondisi kontrak qirad adalah sbb:

  •  Kontrak diawali dan diakhiri dalam bentuk tunai (Dinar dan Dirham), tidak dalam bentuk komoditas.
  •  Keuntungan dari usaha, bila diperoleh, dibagi berdasarkan proporsi yang disepakati sejak awal dan dituangkan dalam kontrak, misalnya 50:50 atau 45:55.
  • Kerugian dagang, bila terjadi, sepenuhnya (100%) ditanggung oleh pemilik modal. Tetapi kerugian yang ditimbulkan karena Agen yang menyimpang dari perjanjian, atau nilainya melebihi jumlah uang yang diperjanjikan, menjadi tanggungan pihak Agen.
  • Kontrak tidak mensyaratkan suatu garansi apa pun dari pihak Agen kepada pemilik modal akan sukses atau tidaknya usaha bersangkutan.
  • Tidak ada pembatasan kontrak atas dasar waktu tertentu, melainkan berdasarkan suatu siklus usaha.
  • Keuntungan usaha tidak boleh digunakan oleh pihak Agen sampai semua milik investor telah dibayarkan.

Begitu mudahnya bukan untuk berqirad? Untuk informasi tambahan kerjasama perdagangan ini di Madinah dikenal sebagai qirad, acap juga disebut sebagai mudharabah sebagaimana dikenal di Kufah. Tata cara qirad yang diuraikan di sini adalah sebagaimana dipraktekkan oleh umat Islam di Madinah, yang diriwayatkan oleh Imam Malik, dalam Muwatta, Buku 32 tentang Qirad.