Bermuamalat di Penyengat

813

Bermuamalat adalah cara bertransaksi sosial, dalam hal ini yang sifatnya komersial seperti jual beli dan kontrak usaha, yang berbeda dari cara bertransaksi yang umumnya hari ini kita lakukan. Hari ini kita berada dalam sistem riba. Maka cara bertransaksi kita pun mengikuti modus riba. Namun, karena kita tidak lagi mengerti kaidah dan aturan bermuamalat, sebagaimana ditetapkan dalam syariat Islam, umumnya kita tidak menyadarinya, bahwa transaksi kita mengandung riba.

Pengetahuan bermuamalat akan kembali melalui penerapannya lagi. Dan inilah yang tengah berlangsung beberapa hari ini di Pulau Penyengat, Kepri. Sejumlah pedagang membuka gerai dan menawarkan bertransaksi dengan pembayaran yang halal, yakni dengan koin dirham perak. Jadi, suatu barang atau jasa, ditukar dengan koin perak, dirham perak, yang beratnya 2.975 gr. Jual beli dengan uang kertas, yakni selembar kertas tak bernilai, kecuali karena pemaksaan angka nominal, adalah batil.

Penerapan kembali muamalat di Pulau Penyengat adalah bagian kegiatan Kesultanan Bintan Darul Masyhur (KBDM). Kemarin, Sultan Huzrin Hood, melalui para petugas amil yang ditunjuknya telah membagikan zakat Dirham perak, sebanyak 30 Dirham.

zakat di penyengat

“Transaksi muamlah yang berbasis ridho sama ridho yang anti ribawi, wujud di Pulau Penyengat saat Festival ini. Ada beberapa pedagang dan penyedia jasa yang menerima transaksi dengan menggunakan Dirham.,” Amir Rizal Moeis mengabarkan. Festival yang dimaksud adalah Festival Pulau Penyengat 2016, yang berlangsung 22-24 Februari 2016.

Saat pengunjung sampai ke pintu gerbang utama Pulau Penyengat, d isebelah kiri jalan ada Rumah Makan Ikan Bakar Apoy yang sedap. Di sini dirham juga diterima sebagai alat tukar. Kemudian ada stand Kesultanan Bintan Darul Masyhur yang menyediakan sembako, Ulul di Penyengatbaju muslim dan makanan ringan.

Selain itu ada penjual kaos, Mas Rahman, yang membuka kedai di pelataran Penginapan Sulthan. Hadir pula para praktisi yang menyediakan jasa rukyah, bekam dan konsultasi herbal di Pusat Layanan Kesehatan KBDM, yang bekerja sama dengan Yayasan Al Hanif Penyengat.