Bersiaplah, Tsunami Bakal Terjang Pasar Obligasi

400

Sebuah gelombang pasang besar, Tsunami,  mungkin akan segera melanda  pasar obligasi. Setidaknya itulah pandangan Matthew Mish, Pakar Strategi Kredit di UBS, sebuah bankinvestasi internasional. Mish menyatakan tingkat peningkatan default pada obligasi sektor komoditas sangat tinggi.

“Model kami memproyeksikan tingkat default 4,3% selama 12 bulan ke depan (versus 2,6% satu tahun sebelumnya,” ujar Mish.

Mish telah melakukan penelitian untuk mengetahui apakah goncangan terbaru yang akan terjadi hanyalah sebuah “gelombang nakal” yang akan menghilang cepat atau “awal dari gelombang pasang” yang akan membawa tingkat default jauh lebih tinggi dalam jangka panjang.

Mish berkesimpulan hal kedualahyang akan terjadi. Ia menyebutkan tiga alasan jangka pendek untuk hal ini.

Pertama, penurunan laba. Mish mencatat bahwa keuntungan perusahaan turun 7,6% pada kuartal pertama dibanding periode waktu yang sama tahun lalu. Padahal dalam rangka untuk membayar kembali pinjaman, perusahaan harus terus menghasilkan lebih banyak, sehingga dengan kas masuk minimal, alokasi pembayaran utang pun menurun. Kedua standar kredit yang semakin ketat.  Prusahaan bisa juga memiliki kemampuan untuk membayar utang yang akan d jatuh tempo dengan menerbitkan utang baru. Tapi,  persyaratan  pinjaman untuk utang baru semakin ketat, bank-bank akan sangat memilih hanya pada  peminjam kualitas yang lebih tinggi.

Ketiga, utang semakin mahal. Bunga makin tinggi. Pembayaran makin sulit. Gabungan tiga hal itulah, pasar obligasi kini berisiko tinggi. Mish mengatakan bahwa masalah ini tidak hanya terbatas pada perusahaan komoditas. Mish memperkirakan bahwa tingkat default untuk perusahaan non-energi akan merayap hingga 3,5% pada tahun 2016 naik dari hanya 1,5% saat ini.

“Data frekuensi yang lebih tinggi menunjukkan stres default meningkat khususnya di industri media, hiburan, layanan konsumen, retail dan kedirgantaraan,serta  sektor industri keuangan non-bank),” tulis Mish.

Dengan  default mulai menumpuk, kata Mish, pergeseran jangka panjang di pasar kredit ibarat bola salju dan membuat situasi akan menjadi lebih buruk.

Tsunami-city-debt-market-bonds

Demikianlah, analis demi analis, para pelaku sendiri, makin memperlihatkan kepada lkita industri berbasis riba semakin sempoyongan.  Ini adalah kebenaran  firman Allah SWT bahwa riba pasti akan musnah. Umat Islam harus  semakin menjauhinya, dan kembali kepada muamalat.

Gunakan Dinar emas dan Dirham perak. Jual beli dengan keduanya. Tegakkan pasar riil dengan uang riil.