Bisakah Kita Membunuh Bank? Bisa. Buku ini Memberikan Resepnya

641

Mengapa bank harus dibunuh? Karena bank adalah lembaga riba. Allah bukan sajamengharamkannya, tapi menyatakan peperangan atasnya. Siapa pun tahu, berhubungan dengan bank, adalah masuk jerat malapetaka.

Bagaimana cara membunuh bank? Budhi Wuryanto, mantan pegawai bank, m,emberikan resepnya dalam buku I Killed the Bank ini. Berikut adalah sinopsisnya.

Bank – konvensional maupun syariah – menjadi mimpi buruk saya yang berusaha meninggalkan riba dan menegakkan kembali pilar-pilar muamalah.

Oleh sebab itu, pilihan terbaik bagi saya hanyalah membunuhnya. The bank must die!. Tapi bank – mesin pencipta dan penggerak riba – terlalu kuat bagi saya, hingga saya tidak akan mampu melawan-memeranginya dg cara-cara lama.

Apalagi saya mengimani Dien yang lain, dan saya melakukannya sendirian.  Karena itu saya memilih bergabung bersama jamaah terpimpin yang terdiri atas orang-orang pemberani.

Orang-orang yg berani meninggalkan riba dan menegakkan muamalah dengan Dinar dan Dirham.

Saya yakin, dengan ridho Allah SWT hanya keberanian serta di bawah bimbingan  kepemimpinan seorang amir lah saya dapat meninggalkn riba.

Menghancurkan hegemoni bank dan oligarki bankster yang sangat berbahaya bagi tegaknyya iman saya kepada Allah SWT.

Saya telah membunuh salah satu bank saya: The bank is dead. Buku ini menceritakan sebagian pengalaman saya.

Saya mengajak Anda untuk juga melakukannya terhadap bank Anda.

Dapatkan buku ini, bacalah, Anda akan berani dan tahu cara-cara membunuh bank Anda.

I KIlled the bank

Demikian, sinopsis ringkas, buku berjudul ‘I Killed The Bank’ karya Budhi Wuryanto, mantan staf bank, wartawan, dan penulis ini.  Dalam buku ini mas Budhi menyebut dirinya sebagai ‘the Bankless Man’, dan membuktikan bisa hidup tanpa bank. Mengurangi, mengisolasi riba, sambilmenegakkan muamalah yang halal.

Yuk, Anda pun bisa! Miliki, baca, pahami buku ini, dan lalu ambil tindakan.