Bloomberg: “2017 Rupiah Bakal Merosot Nilainya”

707

Terpilihnya Donald Trumps menjadi Presiden AS, dengan kebijakan ekonomi yang akan dibawanya,  telah  membawa dampak penguatan dolar AS. Utamanya juga karena The Fed telah memutusakan menaikkan suku bunga acuanya. Kantor berita Bloomberg menyatkan beberapa mata uang di negara Asia Tenggara akan mengalami penurunan, yang terburuk akan dialami oleh peso Philipina. Tahun 2016 peso telah mengalami penurun 5,5 persen, dan tahun 2017 akan turun lagi sekitar 4,4 persen.

Ringgit Malaysia, seperti peso Philipina, tahun 2016 juga mengalami penurunan, sekitar 4.5 persen. Tahun 2017  diperkirakan akan kembali turun sebesar sekitar 1%. Bath Thailand pun akan bernasib serupa dengan penurunan sekitar 2 persen pada 2017 ini.

rupiah-peso-versus-dolar-as

Bagaimana dengan rupiah?

Pada 2016 sebagaimana diketahui rupiah mengalami penguatan agak bagus, naik sekitar 2 persen. Rupiah paling menguat pada 2016 dibanding mata uang beberapa negara lain yang telah disebut di atas.Kita ingat posisi rupiah terhadao dolar AS di 2016 membaik dari sekitar Rp 14.000/dolar AS ke Rp 13.000. Tapi belakangan nampai mulai loyo lagi, dan ada di posisi Rp 13.400.

Tapi 2017, seperti peso dan ringgit, rupiah diperkirakan akan menurun dengan angkia lumayan, yaitu lebih dari 2 persen. Berarti akan kembali pada posisi sekitar Rp 14.000 -Rp 14.500.

Begitulah “permainan” uang fiat di tangan para pedagang uang dan bankir. Uang fiat selalu mudah dimanipulasi. Karena itu saatnya masyarakat beralih kepada dinar emas dan dirham perak, yang tidak bisa dimanipulasi.