Buku Pengajaran Akhlaq, Adab dan Futuwwa

1077

Kitab Amal (The Book of Amal) ini merupakan satu di antara Tiga Seri buku berisi pengajaran dari Shaykh Dr Abdalqadir as-Sufi yang disajikan dengan gaya yang serupa. Belakangan, menyusul satu buku serupa lainnya, menjadikannya sebagai Empat Serangkai. Keempat buku tersebut adalah Kitab Tauhid, Kitab Cinta, Kitab Amal dan Kitab Safar. Pengajaran diberikan oleh Shakyh Abdalqadir kepada para fuqaranya dalam seri pertemuan dalam rentang masa antara 2004-2008. Pengajian-pengajian ini berlangsung di beberapa masjid berbeda, di Cape Town, Afrika Selatan.

Keempat buku ini merupakan telaah atas Ayat-ayat Al Qur’an dan Sunnah Rasul shallallahualaihi wa sallam. Di dalamnya terkandung pengajaran, hikmah, mutiara hidup, dan panduan-panduan dalam menjalankan Dienul Islam. Menjadi penekanan dari pengajaran Shyakh Abdalqadir as Sufi, yang terkhusus disajikan dalam Kitab Amal ini, adalah bahwa Dien Islam bukanlah  ide, bukan konsep ataupun teori. Dien adalah perbuatan, tindakan, dengan dasar pengetahuan yang ditransmisikan dari Rasulullah shallallahualaihi wa sallam.

Dan dalam menjalankan Islam ini kaum Muslim harus berjamaah. Dipimpin oleh seorang Amir, yang didampingioleh fuqaha. Bukan kita menjadikan ulama sebagai pemimpin. Dengan berjamaah maka Islam dapat sepenuhnya diejawantahkan dalam kehidupan. Islam  bukan semata ritual ibadah yang bersifat personal dan individual. Islam adalah kehidupan sosial. Tanpa jamaah, tanpa seorang amir, kehidupan sosial ini mati. Islam menjadi agama, kumpulan ritual pribadi belaka.

Dalam konteks hari ini satu ibadah pokok yang berdimensi sosial, yang merupakan salah satu Rukun Islam, yakni Zakat, telah mati. Zakat telah diubah menjadi sedekah sukarela. Bukan cuma itu, dengan penerapan zakat yang dicerabut dari fiqihnya, hari ini, Zakat bahkan telah ditundukkan menjadi bagian dari sistem riba. Naudhubillahi min dzalik.

Penegakkan rukun Zakat harus dimulai dengan penegakkan Amr. Karena Zakat harus diambil, ditarik, oleh pemegang otoritas, dan yang menolaknya diperangi! Dan Zakat hanya sah bila ditunaikan dalam ‘ayn, atau aset riil, sebagaimana ditetapkan. Zakat ternak dibayar dengan ternak. Zakat pertanian dan perkebunan dibayar dengan hasil panen pertanian dan perkebunan. Dan zakat mal, harta moneter dan barang niaga, harus dibayar dengan aset berupa nuqud, yakni koin dinar emas dan dirham perak. Pencetakan dinar emas dan dirham perak adalah tugas dan kewenangan para Amir atau Sultan.

Tentang seri kitab-kitab dan pengajarannya di atas, Shaykh Abdalqadir telah memberikan Kata Pengantarnya sendiri, dalam Kitab Tauhid. Terjemahan Kata Pengantar ini disertakan selengkapnya dalam buku ini.