Campakkan Dolar AS, Rusia Tetapkan Harga Minyak dalam Rubel!

548

SPIMEX (The St. Petersburg International Mercantile Exchange) secara aktif melobi kalangan  pedagang minyak internasional untuk bergabung dalam pasar berjangka yang baru dimunculkan, yang  dirancang “untuk membuat sebuah sistem di mana minyak Rusia diperdagangkan secara murah, adil dan mudah.”

Langkah Rusia ini bersama China dan negara berkembang lainnya diambil  untuk terus mengurangi ketergantungan mereka pada dolar AS. Langkah ini akan menjadi pukulan dramatis bagi  dominasi “petrodollar”. Sebelumnya China telahmenciptakan sendiri patokan harga emas dalam yuan, meninghalkan standar LBMA yang dipatok dalam dolar AS.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dari decoupling ekonomi Rusia dan terutama ekspor minyak yang sangat signifikani, dari dolar AS. Ini adalah bagian dari langkah de-dolarisasi yang dilakukana oleh Rusia, Cina dan semakin banyak negara-negara lain yang telah diam-diam mulai mengikutinya.

Saat ini minyak adalah komoditas terbesar di dunia yang dipatok dalam dolar AS. Upaya meninggalkan dolar sebelumnya telah dilakukan oleh Saddam Husein dari Iraq, yang dicegah dengan cara dihancurkannya rezim Saddam Hussein.

Bila upaya dedolarisasi ini berjalan, bahkan cukup hanya pada komoditi minyak saja, dapat dipastikan tibalah saat kehancuran dolar AS sebagai mata uang cadangan utama dunia, yang berlangsung sejak akhir Perang Dunia II. Berakhirnya supremasi doalr AS akan berarti berakhirnya supremasi AS di dunia.

Russia-oil-trading-currency-ruble-Putin

Sampai hari ini, harga ekspor minyak Rusia pun diatur sesuai dengan harga Brent sebagaimana diperdagangkan di London dan New York. Dengan peluncuran perdagangan minyak berpatokan rubble Rusia akan terjadi perubahan sangat dramatis. Kontrak baru untuk minyak mentah Rusia akan dilakukan dalam  rubel, tidak dolar AS lagi, dan akan di perdagangkan  di St Petersburg International Mercantile Exchange (SPIMEX), bukan di London atau New Tork.

Senjakala dolar AS akan segera tiba. Pilihan bagi warga, tentu saja, bukan uang kertas lai8nnya, melainkan dinar emas dan dirham perak!