Corak Masjid Biru di Khamsa dan Nisfu Dirham Amirat Indonesia

368

Pencetakan dan pengedaran nisfu Dirham Amirat Indonesia di zaman kini adalah  tonggak sejarah baru, bukan cuma bagi  pengamalan muamalat di Indonesia, tapi juga bagi umat Islam di seluruh dunia. Secara konseptual satuan Dirham terkecil adalah 1/6 Dirham atau daniq, dan belum ditemukan dokumen yang menyatakan pernah ada pencetakan daniq dirham. Para Sahabat Rasul  SAW, misalnya, terbiasa memotong koin Dirham menjadi enam bagian untuk memperoleh daniq. Secara lebih umum, satuan daniq ini  hanyalah menjadi acuan perhitungan.

Sedangkan untuk nisfu Dirham salah satu pemimpin Islam yang pernah mencetaknya adalah Sultan   Mu’ayyad Sayf al-Dīn Shaykh al-Maḥmūdī (815–824/1412–1421),   di zaman Mamluk, Mesir.  Yang pasti pencetakan nisfu dirham untuk saat ini sangatlah penting, karena bertujuan untuk memenuhi keperluan transaksi sehari-hari dengan nilai yang relatif  kecil. Sedangkan satu Dirham sudah cukup mahal untuk saat ini  (setara Rp 70.000/Dirham). Untuk satuan nilai di bawah 0.5 Dirham dipakai koin fulus, yakni koin yang umumnya terbuat dari tembaga.

Dengan  mengikuti tradisi  corak modern, Dirham Amirat Indonesia  pun mencantumkan ornamen tertentu. Untuk ornamen  koin nisfu Dirham Amirat Indonesia, serupa dengan koin khamsa Dirham,  ornamen yang digunakan dalam koin adalah Masjid Sultan Ahmed I, atau lebih dikenal sebagai Masjid Biru, Istambul. Masjid ini adalah salah satu hasil peradaban Islam abad 16 M, yang    dibangun antara 1609 dan 1616 atas perintah Sultan Ahmed I, salah satu Sultan di Daulah Utsmani.

koin-dirham-perak-khamsa-wakala-2011

Masjid Biru berada di dekat situs kuno Hippodrome, serta  museum Hagia Sophia.  Masjid ini  dirancang oleh seorang arsitek bernama   Sedefhar Mehmet Aga, dengan mandat  ”untuk tidak perlu berhemat biaya dalam penciptaan tempat ibadah umat Islam yang besar dan indah ini”.  Jaraknya cukup dekat dengan Istana Topkapı, tempat kediaman para Sultan Utsmaniyah sampai 1853,  tidak jauh dari pantai Bosporus

Sampai hari ini, tegak berdirilah,  masjid dengan struktur dasar bangunan  hampir berbentuk kubus, berukuran 53 kali 51 meter itu.   Dilihat dari laut, kubah dan menaranya mendominasi cakrawala kota Istanbul. Dalam koin nisfu Dirham Masjid Biru ditampilkan dari sisi muka, dengan sejumlah kubahnya yang anggun, dan  empat menaranya yang nampak menjulang tinggi tersebut.

Koin nisfu Dirham, dengan ornamen Masjid Biru tersebut, kini sudah mulai berpindah dari tangan ke tangan umat Islam Indonesia.  Para pedagang kecil telah mendaptakan koin-koin perak cantik ini, melalui transaksi perdagangan.  Di Pasar Sultan,m di arena Pasar Muamalah, koin nisfu Dirham banyak beredar.