Dalam Dinar Emas, 1.400 Tahun Harga Rumah Tak Berubah

489

Sebuah riwayat dalam hadist Sahih Bukhari memberikan konfirmasi kepada kita bahwa dengan dinar emas tidak ada yang namanya inflasi. Sejak zaman Nabi SAW harga kambing, ayam, dan kini data harga rumah, tidak berubah.

Dokter Arif Rahman Hakim, seorang pengguna Dinar dan Dirham dari Solo, menemukan hadits tersebut dan menyampaikannya kepada publik. Berikut riwayatnya:

Dari Amr bin Syarid, ia berkata: Aku pernah duduk bersama Sa’ad bin Abi Waqqash, kemudian datang Miswar bin Makhramah. Ketika ia meletakkan tangannya pada salah satu pundakku, datanglah Abu Rafi maula Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang kemudian berkata, “Wahai Sa’ad, belilah dariku dua rumahku yang ada di kampungmu.”

Maka Sa’ad menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan membelinya.”

Kemudian Miswar berkata, “Demi Allah, engkau akan membelinya.”

Sa’ad lalu berkata, “Demi Allah, aku tidak akan menambahimu lebih dari empat ribu dirham dengan mencicil atau tidak tunai.”

Abu Rafi berkata, “Sungguh, aku akan menerima lima ratus dinar dari penjualannya seandainya aku tidak mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Tetangga itu lebih berhak karena kedekatannya.’ Tentu aku tidak akan menjualnya seharga empat ribu dirham, sementara aku bisa mendapatkan lima ratus dinar.”

Kemudian Abu Rafi menyerahkan rumah itu kepadanya.

HR. Bukhari (2098)

http://id.islam.wikia.com/wiki/Sahih_Bukhari/Alamiyah/2098

Dari hadits di atas, dapat diketahui bahwa kisaran harga sebuah rumah di zaman itu, 1.400 tahun yang lalu sekitar, adalah sekitar  200 s/d 250 dinar  atau 2000 s/d 2500 dirham dengan kurs waktu itu 1 dinar = 10 dirham. Nilaiini dengan kurs sekarang, November 2017,  sekitar Rp 490 juta s/d 612,5 juta.

Dengan uang sekitar Rp 500-613 juta itu, tentu saja, hari ini p[un kita dapat membeli sebuah rumah yang cukup memadai.  Ternyata setelah 1,4 abad harga sebuah rumah masih sejumlah dinar yang sama.