Daya Beli Poundsterling Anjlok 20 Persen dalam Enam Bulan

464

Uang fiat membawa masalah pokoknya yang mustahil diatasi, yakni kemerosotan nilainya. Sebab uang fiat  hanyalah  keperayaan. Nilai sesungguhnya nol alias tak bernilai. Uang fiat hari ini sebagian besar hanyalah pulsa elektrik yang diberi nama, dan dianggap bernilai. Maka, dengan berjalannya waktu, daya belinya terus merosot.

Alasan, atau penyebab,  kemerosotan itu ada saja yang bisa disebutkan. tapi pada hakekatnya memang tidak ada nilainya.

poundsterling

Itu juga terjadi pada poundsterling satu mata uang yang selama ini sangat kuat. Dalam enam bulan terakhir, sejak isu Inggris hendak keluar dari Uni Eropa muncul (Juni 2016), lalu ada keputusan “Brexit”, poundsterling terus tertekan. Kemerosotannya, diukur terhadap dolar AS, sudah sekitar 20 persen dalam enam bulan itu saja!

Padahal nilai dolar AS sendiri, terhadap harga komoditi dan jasa, juga semakin turun. Alhasil pemegang poundsterling semakin miskin secara riil.

Posisi poundsterling hari ini merupakan yang terendah sejak 168 tahun terakhir.  Salah satu tanda bahwa nilainya semakin merosot, kini diwacanakan bank sentral Inggris akan segera menghapus koin-koin kecil, penny, karena sudah tidak berguna lagi.

Umat Islam punya alternatif alat tukar yang jauh lebih baik. Dan sesuai fitrah. Tidak akan pernah kehilangan nilainya, yaitu Dinar emas dan Dirham perak. Maka, mulailah memiliki dan menggunakannya.