Delapan Negara Bagian AS Menuju Berlakukan Uang Emas dan Perak

2048

Emas dan perak memiliki nilai secara universal dan mengikuti fitrahnya. Karena itu di tengah krisis demikrisis yang melanda sistem uang fiat saat ini, banyak pihak mengusulkan kembali menggunakan emas dan perak sebagai alat tukar. Di antaranya yang paling getol adalah warga AS!

Pada tanggal 22 Mei 2017, Gubernur Arizona (salah satu negara bagian Amerika Serikat) Doug Ducey menandatangani House Bill 2014 (HB2014), sebagai penanda mulai dibolehkannya warga Arizona menggunakan logam mulia sebagai mata uang, alih-alih menggunakan dolar As terbitan Federal Reserve.  Di luar Arizona, beberapa negara bagian lain di AS menangani kelemahan fiskal dengan mengambil langkah legislatif untuk membantu penduduk mengamankan uang mereka dengan emas dan perak. Artinya, mereka sedang bergerak menuju sound money, yaitu uang sejati yang memiliki nilai intrinsik.

Dengan mengutip situs USMoneyReserve.com Rengky  Yasepta, penggerak Komunitas  Melek Dinar Dirham, menunjukkan adanya delapan negara bagian di AS yang tengah membahas atau mengesahkan  undang-undang yang melegalkan emas dan perak sebagai mata uang.

Berikut delapan negara bagian tersebut.

1. ARIZONA – HB2014

Rancangan Undang-Undang (RUU) HB2014 Arizona merupakan pengesahan bagi warga Arizona untuk menggunakan emas dan perak sebagai mata uang. Kedua logam mulia tersebut juga diperkenankan untuk digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Sebagaimana yang dicatat oleh Mark Finchem di Arizona Capitol Times—surat kabar setempat, RUU tersebut mencerminkan kepercayaan bahwa pembelian koin emas dan perak dengan dolar AS merupakan sebuah penukaran satu bentuk mata uang dengan mata uang lainnya. Benar saja, keduanya merupakan currency (mata uang), namun hanya emas dan perak yang merupakan money (uang sejati)—kalimat barusan ini ditambahkan oleh penerjemah, RY.

Ketika Undang-Undang ini diberlakukan, para penduduk yang membeli koin emas dan perak tidak lagi akan dikenakan pajak penghasilan.

2. IDAHO – HB206

Sama halnya dengan HB2014 Arizona, HB206 memperluas pengecualian pajak penjualan Idaho yang ada untuk mengakhiri pajak penghasilan negara atas penjualan “logam mulia lantakan” maupun dalam bentuk “uang” (koin emas dan perak).

“Emas dan perak adalah mata uang alternatif selain dolar AS dan keduanya merupakan satu-satunya alternatif mata uang yang diperkenankan oleh Konstitusi AS. Maka tidak adil memajaki keduanya,” demikian kata Ron Nate, salah seorang anggota DPR AS.

The Idaho House (sebutan untuk DPR) meloloskan HB206 dan sekarang masih menunggu persetujuan Senat dan Gubernur. Jika UU ini benar-benar disahkan, HB206 akan membuka jalan bagi penduduk Idaho untuk menggunakan emas dan perak sebagai sarana tambahan untuk melindungi tabungan mereka terhadap potensi penurunan nilai dolar AS.

3. TEXAS – HB78, HB483, SB 2097

Texas muncul sebagai seorang juara untuk urusan hukum terkait sound money, dengan telah disahkannya beberapa UU dan di antaranya masih dalam pengerjaan. Efektif mulai 1 Oktober 2013, HB78 meniadakan pajak penjualan untuk pembelian emas, perak dan platinum, serta koin-koin numismatik (kuno). Pada 2015, Gubernur Texas Greg Abbot menandatangani HB483, mengizinkan pendirian dan administrasi penyimpanan logam mulia negara.

Tetapi Texas belum selesai. Pada tanggal 10 Maret 2017, Senator Bob Hall memperkenalkan SB2097, yang akan menetapkan emas dan perak sebagai alat tukar di negara bagian tersebut, melarang negara tersebut menyita kepemilikan logam mulia secara individu, dan menghapuskan segala jenis pajak, pungutan, atau penalty terhadap setiap penukaran dolar AS dengan emas dan perak. Seperti halnya HB2014 Arizona, SB2097 akan menciptakan persaingan mata uang dan mengurangi ketergantungan warga terhadap aset kertas.

SB2097 telah diajukan kepada Komite Keuangan Senat pada 28 Maret 2017 lalu. Usulan ini akan segera menjadi dasar hukum resmi bagi warga Texas untuk menggunakan sound money dalam transaksi sehari-hari.

4. UTAH – The Legal Tender Act of 2011 & HB224

Utah memiliki dua Undang-Undang yang mendukung sound money: The Legal Tender Act of 2011 dan yang terbaru akhir-akhir ini HB224. UU yang pertama telah menjadikan Utah sebagai negara bagian yang pertama—di seluruh AS, bahkan mungkin dunia—yang berhasil mengesahkan emas dan perak sebagai alat tukar resmi. UU tersebut juga meniadakan pajak atas penukaran koin emas dan perak yang dikeluarkan pemerintah dan mengakui kedua logam tersebut sebagai alat tukar yang di negara bagian tersebut.

Pada 27 Januari 2017, HB224 diperkenalkan kepada badan legislatif Utah untuk dijadikan Legal Tender Act (UU Alat Tukar Resmi). Jika lolos, RUU akan membolehkan negara bagian tersebut untuk menyimpan sebagian dari dananya (cadangan devisanya) dalam bentuk emas dan perak sebagai pengganti dolar AS, seperti dilaporkan oleh The Salt Lake Tribune.

Ken Ivory, seorang anggota DPR dari Partai Republik, mengatakan bahwa RUU tersebut akan mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan dari pemerintah pusat dan agar Utah tidak melulu mengandalkan uang dari pusat selama kondisi darurat seperti kegagalan bank, kehancuran mata uang, atau perang mata uang antar negara.

5. WYOMING – HB124

Meniru langkah yang diambil Texas dengan RUU-nya, HB124 bertujuan untuk menciptakan Tempat Penyimpanan Emas Batangan Wyoming, yang akan bertindak sebagai pemelihara, penjamin dan pengelola emas, perak, dan logam-logam mulia lainnya yang dikirimkan atau diterima oleh negara bagian tersebut. Warga secara individu juga diperbolehkan menyimpan logam mulia mereka di tempat penyimpanan tersebut. Yang lebih penting lagi, HB124 akan menyediakan jalan bagi warga untuk ikut serta dalam transaksi menggunakan logam mulia.

HB124 diperkenalkan pada 10 Februari 2016 dan gagal di dewan pada tanggal 12 Februari-nya. Namun demikian, RUU tersebut merupakan bukti bahwa kesadaran untuk kembali menggunakan sound money sedang meningkat.

6. TENNESSEE – HJR516

House Joint Resolution 516 (HJR516) ditandatangani oleh Gubernur Bill Haslam pada tanggal 27 April 2017. RUU ini menyatakan dukungan negara bagian ini terhadap penyimpanan emas dan logam mulia lainnya (baik dalam bentuk koin maupun emas lantakan) di Penyimpanan Emas Batangan Tennessee. Ini merupakan langkah pertama untuk menjadikan emas dan perak sebagai uang di negara tersebut.

RUU tersebut kini sedang diperkenalkan untuk disahkan di sidang legislatif ke depan. Dengan dukungan bulat terhadap HJR516, nampaknya hanya ada sedikit hambatan untuk menyelesaikannya.

7. KANSAS – HB2421

Setelah diperkenalkan pada 2 Mei 2017 lalu, HB2421 akan membebaskan emas dan perak batangan, beberapa logam mulia lainnya, serta berbagai jenis koin, dari pajak penjualan dan pemakaian. Pembuatan UU ini bertujuan untuk menghilangkan sebuah hambatan utama penggunaan emas dan perak sebagai uang di Kansas. RUU ini dirujuk ke Komite Perpajakan di hari yang sama dan menunggu tindakan lebih lanjut.

8. LOUISIANA – HB396

Awal tahun ini, Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat Louisiana meloloskan HB296, membebaskan penjualan dan pembelian emas, perak, atau koin-koin kuno, serta platinum, emas dan perak batangan, dari pajak penjualan dan pemakaian. Per 7 Juni 2017, HB396 sedang menunggu persetujuan Gubernur.

Di atas adalah contoh beberapa negara bagian AS yang menunjukkan minat dan dukungan terhadap emas dan perak serta menunjukkan ketidakpercayaan terhadap ketergantungan semata pada dolar kertas. Beberapa negara bagian secara diam-diam bekerja untuk meniadakan  capital gains taxes (pajak keuntungan modal) terhadap logam mulia, menjadikan emas dan perak sebagai alat tukar sah bagi warga mereka, dan membangun fasilitas penyimpanan emas dan logam mulia lainnya.

Bagaimana dengan Anda? Penggunaan koin emas dan perak sebagai uang telah mulai marak, dengan beredarnya DInar dan Dirham. Mulailah dalam komunitas. Gunakan sebagai alat bayar zakat, mahar, maupun dalam traksansi jual beli. Dapatkan Dinar emas dan Dirham perak di wakala terdekat. Daftarnya dapat dilihat di www.wakalaindukbintan.com.