Demi Turuti Para Bankir, Yunani Potong Dana Pensiun Lagi

290

Yunani belum jugabisa lepas dari kemalangan dan krisis ekonomi.  Parlemen Yunani kembali meloloskan undang-undang untuk memotong dana  pensiun dan mengubah kendali dana beberapa layanan publik dalam suatu  dana aset baru. Ini sebagai upaya untuk bisa dituruti dalam mendapatkan utangan baru sebesar € 2,8 milyar dari € 8.6 milyar  program bail out Yunani, yang belum juga teratasi.  Aset publik yang ditransfer ke pihak swasta  termasuk bandara dan jalan raya, serta penyediaan air dan listrik.

Rakyat pun kembali turun ke jalan.  Langkah-langkah baru memicu demonstrasi dan pemogokan sektor publik di seluruh negeri. Pekerja di perusahaan publik Yunani, perusahaan  air minum,  di Athena dan Thessaloniki bergegas ke jalan unjuk protes. “Mereka menyerahkan kekayaan dan kedaulatan bangsa,” kata kepala Asosiai Pekerja Perusahaan Air, George Siniori,s seperti dikutip Deutsche Welle.

“Kesehatan, pendidikan, listrik dan air minum  bukan  komoditas. Mereka milik rakyat,” kata serikat itu dalam sebuah pernyataan.

Uni Eropa memperingatkan tidak akan melaksanakan tahap bail out baru untuk Yunani pada bulan September ini,  karena Athena hanya  menerapkan dua dari 15 langkah reformasi yang telah disepakati sebelumnya dengan para kreditor internasional.  Uni Eropa juga mengatakan negara itu telah melambat dalam proses privatisasi aset publik.
demo YunaniPerdana Menteri Alexis Tsipras telah meminta Uni Eropa untuk mengakui krisis utang Yunani sebagai “masalah Eropa.” Dia mengatakan sengketa antara Yunani dan pemberi pinjaman internasional pada manajemen utang negara  justru merusak upaya pemulihan.

Menurut ketentuan 2015 kesepakatan, kreditur termasuk Dana Moneter Internasional, Bank Sentral Eropa dan zona euro  memberikan € 8.6 milyar di atas, sampai  tahun 2018, sebagai  “bantuan” untuk Yunani dengan imbalan langkah-langkah penghematan yang  tidak populer. Artinya mengorbankan rakyat demi kepentingan pra bankir.