Di Ambang Runtuhnya Demokrasi

396

Di Ambang Runtuhnya Demokpasi 2“One World Dying, Another Being Born:

Jika Anda tidak berada pada pilihan demokrasi, Anda pastilah penentangnya. Percayalah, demokrasi hanya menghasilkan pemimpin buruk dan pemerintahan para pedagang. Dari rahim demokrasi juga lahir para presiden dan perdana menteri boneka yang dikendalikan sepenuhnya oleh Oligarki Bankir.

Kabar baiknya, usurokrasi – ya, sistem negara-bangsa beserta demokrasi dan sistem finansial ribawinya, yang tak lain adalah sistem kapitalisme riba yang melawan fitrah – tengah membusuk dan berada pada episode akhir. Lalu, episode apakah yang akan menggantikanya, yang tengah dilahirkan (another being born), sesudah runtuhnya sistem ribawi ini?

Tata pemerintahan Islam – satu-satunya kekuatan penentang riba yang tersisa di Akhir Zaman ini – adalah pilihan tak terelakkan! Ketika sistem finansial lama yang berbasis riba runtuh, akan segera lahir sistem finansial baru yang harus dikaitkan dengan sistem politiknya yang baru pula.

Islam bukan cuma menentang riba, tapi juga punya anitesanya. Yakni perdagangan. Keruntuhan demokrasi harus disambut dengan rekonstruksi nomokrasi. Mengutip Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi, penulis buku ini mendeskripsikan dua tata kehidupan baru yang akan menggantikan sistem negara-bangsa.

Yakni: (1) Kekayaan yang didasarkan pada alat tukar yang memiliki nilai sejati (instrinsik), yakni Dinar emas dan Dirham perak Islam, bersama uang recehnya: Fulus; dan (2) Kekuasaan politik yang didasarkan pada pemerintahan personal, yakni seorang Pangeran, seorang Sultan. Pada mereka-lah puncak segala urusan, yang memimpin dengan musyawarah, secara terbuka, dan berdasarkan rasa saling percaya antara sang pemimpin dan rakyat yang dipimpinnya.

Dapatkan buku ini, bacalah, Anda akan paham bahwa demokrasi sebenarnya adalah tirani, dan Pemilu adalah ajang gampangan para Petruk yang bernafsu ingin menjadi ratu; bahwa demokrasi akan berakhir tak lama lagi, dan sebagai gantinya adalah Nomokrai Islam.”

Menurut pihak Pustaka Adina, buku ini tidak diedarkan melalui toko-toko buku pada umumnya, tapi melalui jaringan wakala dan para pengecer langsung. Karena itu pihak penerbit memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk turut memasarkannya kepada publik, dengan mendapatkan diskon khusus. Harganya Rp 65.000. Hubungi twitter @wakalaafiat.