Dibebaskan, Lahan Untuk Wakaf Masjid Kesultanan Bintan

533

Setelah melalui upaya pencarian selama dua tahun, akhirnya ditemukan lahan yang dirasa sangat cocok bagi lahan wakaf masjid jamik Kesultanan Bintan Darul Masyhur (KBDM). Lahan tersedia secara keseluruhan adalah sekitar 5000 m2. Namun, pada tahap awal ini, luas yang dibebaskan adalah seluas 2576 m2. Tanah ini semula milik warga setempat, Bpk Tugino, yang setuju tanahnya dibeli untuk keperluan masjid dan berbagai bangunan lain, yang akan membentuk sebuah Imarah.

Lahan Toapaya2

Imarah atau Imaret merupakan kaasan wakaf yang terdiri atas gabungan sarana sosial dan sarana komersial sebagai sumber pendanaan sedekah jariahnya. Di atasnya selain masjid dan madrasah serta klinik, akan dibangun kios-kios untuk disewakan  dan Pasar Sultan yang terbuka untuk umumj tanpa sewa dan tanpa pajak. Dinar dan Dirham akan berlaku sebagai alat tukar.

Posisi lahan ini cukup strategis, di pinggir jalan Lintas Barat, Tanjung Pinang, pada Km 17.5. Letaknya pun berada pada pertigaan antara jalan Lintas Barat dan jalan memassuki desa Toapaya Asri. Lokasi lahan dapat ditempuh dari pusat Kota Tanjung Pinang sekitar 45 menit, dan dari Lagoi,  juga sekitar 45 menit, Saat ini di atas lahan tersebut ditanami  nanas.

Toapaya3

Rencana dalam waktu dekat akan dilakukan penggalangan dana wakaf untuk membeli sisa tanah yang masih ada,sekitar 2500 meter2. Untuk itu diperlukan dana tambahan sekitar Rp 750 juta.

Bagi umat Islam yang ingin turut berwakaf, membangun rumah di surga, dapat menyalurkan dananya melalui rekening Baitul Mal dengan nomor:

Rek 067.008.4439

Bank Syariah Mandiri Depok

atas nama Amal Nusantara.