Dimulai, Muamalah dengan Dinar Dirham di Luwuk, Banggai

551

Allah SWT berfirman: “Hadirkanlah yang haq, karena ketika yanghaq hadir yang batilakan musna.'”

Demikianlah tugas umat Islam di zaman gelap tanp amar ini.  Dan inilah yang coba dilakukan oleh tiga fuqara dari Amirat Indonesia yang  pekan inik bersafar ke Luwuk, di Banggai, Sulawesi Tengah. Sidi Irawan Santoso Siddiq, Sidi Catur Panggih, dan Sidi Mizar Neta, disambut hangat oleh tuan rumah, Sidi Muhammad Agus. Pengenalan muamalah dengan dinar dan dirham berlangsung dalam amal.

Mereka berbelanja di distro EDWZ (Edelweiz) milik Sidi Agil di kota Luwuk, Sulawesi Tengah.

“Dua Dirham perak ditukar dengan kaos khas bertuliskan Kota Luwuk. Muamalah mulai terus berjalan di kota Luwuk, Sulawesi Tengah. Insha Allah,” ujar Sidi Irawan.

Rombongan juga mampir di Cafe Simpang Lima, Luwuk, Sulawesi Tengah. Mereka membeli tujuh gelas esd kacang seharga 1 Dirham.

Sekurangnya dua tempat usaha inilah telajh menjadi pelopor, pembawa obor penerang, tentang sunnah dalam muamalah bagi masyarakat Luwuk yang selama ini baru mendengar-ndengar saja tentang muamalah dengan dinar dan dirham.

Selanjutnya misi dakwah akan dlengkapi dengan perbincangan dan pengajaran pentingnya menegakkan amar dan muamalah di kalangan umat Islam. Menyatukan haqeqat dan syareat. Melengkapkan pengajaran tentang Islam, Iman dan Ihsan.

Semoga ini menjadi awal kembalinya Amr, muamalah, dan Sultaniyya di bumi Luwuk. Insha Allah.