Dimulai, Pengembalian Sunnah Pasar di Ketapang

637

Pemahaman tentang muamalah yang  mengikuti sunnah Rasul SAW semakin meluas di kalangan umat Islam. Pemahaman yang diwujudkan dalam amalan nyata tentu saja dan bukan sebatas wacana. Sebab, kata Rasul SAW, ‘Ad din al muamalah’. Dienul Islam adalah interaksi nyata, tindakan dalam kehidupan sosial, dan bukan ide, konsep atau wacana.

Inilah yang akan berlangsung di Kota Ketapang, Kalimantan Barat, akhir pekan ini. Atas prakarsa Bang Muhammad Yasir Anshari, tokoh dan aktivis muda Ketapang, Pasar Muamalah akan dilangsungkan untuk pertama kali di kota ini,. Tempatnya di halaman   Rumah Melayu Kepala Pulau.

Penyelenggaraan Pasar Muamalah akan didahului dengan pembagian zakat mal, sebanyak sekitar 100 Dirham ini, atas izin dan di bawah otorisasi Ketua Pemangku Adat Melayu Ketapang, Kiyai Mangku Negeri. Aturan main di pasar mengikuti sunnah Rasul SAW: tanpa sewa, tanpa pajak, dan tanpa riba. Dinar dan Dirham berlaku di Pasar Kiyai Mangku Negeri. Pasar Kiyai Mangku Negeri ini selanjutnya akan mengikuti model Pasar Sultan yang telah lebih dulu didirikan dan diselenggarakan di Sei Jang, Tanjung Pinang, di bawah otorisasi Sultan Haji Huzrin Hood.

PAsar MuamalahKetapang

Melengkapi kegiatan Pasar Muamalah dan pembagian zakat, ada serangkaian kajian, ceramah dan diskusi, dengan Amir Zaim Saidi, seputar kaidah-kaidah muamalah dan upaya penegakkan syariatnya. Juga akan diselenggarakan malam-malam majelis dzikir, diwan, dan daras, sebagai bagian dari pengajaran ihsan.

Semua acara terbuka untuk umum. Siapa saja boleh berjualan apa saja di Pasar Kiyai Mangku Negeri (sepanjang halal dan thoyib). Info lanjutan bisa menghubungi beberapa nama-nama kontak, sebagaimana ada dalam poster yang diumumkan kepada masyarakat luas.