Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI), Indra Sahnun, S.H: “Dinar Dirham Tak Melanggar Undang-undang.”

798

Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI), Indra Sahnun, S.H, ternyata telah  ikut menggunakan Dinar Dirham sebagai alat tukar dalam kehidupannya. “Dinar Dirham ini Sunnah Nabi Muhammad, umat Islam wajib menggunakannya,   karena ini adalah ibadah,” tegasnya kepada Majalah FORUM di Jakarta, di ruangan kerjanya, baru-baru ini.

Menurut Sahnun, Dinar Dirham sudah terbukti tidak termakan inflasi jika dibandingkan dengan uang kertas. “Dulu jaman Nabi (Muhammad) harga 1 ekor kambing 1 Dinar, hingga sekarang tetap 1 Dinar, artinya tidak inflasi,” tukasnya lagi. Bukan itu saja, Sahnun menambahkan Dinar Dirham merupakan alat tukar yang direkomendasikan Nabi Muhammad satu-satunya.

“Ini dasar penggunaannya adalah ibadah bagi umat Islam, maka harus segera dikembangkan agar banyak yang mengetahui dan menggunakannya,” imbuhnya lagi.

Di mata advokat yang juga ketua umum Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI) ini, Dinar Dirham merupakan alat tukar yang sah.

“Tidak ada masalah hukum dalam penggunaan Dinar Dirham, umat Islam jangan khawatir, harus gunakan!” tegasnya lagi. Menurutnya, tudingan bahwa Dinar Dirham menyalahi UU Mata Uang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, itu sama sekali tak beralasan. “UU itu tidak ada pengaruhnya dengan Dinar Dirham, karena ini ibadah umat Islam, apa negara ini melarang orang beribadah? Menggunakan Dinar Dirham sama saja dengan sholat, sifatnya ibadah,” ujarnya.

indra-sahnun

Selain itu, lanjut advokat asal Medan ini lagi, UU Mata uang ditujukan penggunaannya agar di wilayah Indonesia untuk wajib menggunakan uang rupiah, bukan Dollar Amerika atau Dollar Singapura. “Memorie Van Toelichting UU Mata uang bukan untuk head to head dengan Dinar Dirham, tapi dengan uang kertas lainnya, itu yang dilarang,” tukasnya.

“Kalaupun ada yang mempermasalahkan penggunaan Dinar Dirham, umat Islam pasti akan marah, karena ini ibadah!” tandasnya lagi. “Siapa yang melarang umat Islam menggunakan Dinar Dirham bisa kita datangi ramai-ramai, karena sama saja melarang orang melakukan Sholat,” papar Sahnun tegas.

Karena itu, sambung advokat jebolan Universitas Sumatera Utara (USU) Medan ini lagi, tidak ada alasan hukum bagi umat Islam dalam menggunakan Dinar Dirham.

“Dinar ini digunakan untuk membayar zakat, dan diatur dalam UU Zakat, mana bisa UU lain melarang penggunaannya untuk zakat. Namanya Zakat ya harus disebarkan kepada yang berhak (mustahik), maka fakir miskin harus bisa menggunakannya untuk membeli keperluannya, jadi itu bagian dari Zakat. Kalau ada yang melarang orang berzakat, sama saja mengajak umat Islam berperang!!” tukasnya lagi kepada Majalah FORUM dengan tegas.

Karenanya, Sahnun menyarankan agar penggunaan Dinar Dirham ini dilakukan seluas mungkin. Makin banyak yang menggunakannya, sambungnya, maka riba yang diharamkan Allah Subhanahuwataala akan bisa dibasmi. “Saatnya sekarang umat Islam membasmi riba, jangan kita biarkan lagi!” tuturnya.