Koin Emas 4.44 gr adalah Solidusnya Heraclius, Bukan Sunnah Nabi SAW

353

Dalam Kitab Masyhurnya, Muqadimah,  Ibn Khaldun mengatakan, ”Ketahuilah bahwa telah ada kesepakatan (sejak awal Islam dan para Sahabat dan Tabiun bahwa dirham shari’ah adalah seberat tujuh per sepuluh mithqal (berat dinar) emas Berat satu mithqal adalah tujuh puluh dua butir barley (jewawut/semacam gandum), sehingga dirham yang seberat tujuh per sepuluhnya adalah lima puluh dan dua per lima butir. Seluruh ukuran ini teguh ditegakkan dengan kesepakatan (ijma).”

Standar berat Dinar (4,25 gr) dan Dirham (2,975) sebagaimana disimpulkan oleh Ibn Khaldun di atas berasal dari ketetapan Rasul SAW pada tahun 1 Hijriyah.  Standar ini kemudian ditegakkan oleh Khalifah Umar ibn Khattab, pada tahun 18 Hijriyah, saat untuk pertama kalinya Khalifah Umar mencetak koin Dirham.

Sedangkan orang yang pertama kali mencetak Dinar emas Islam adalah Khalifah Abdul Malik ibn Marwan pada 74 Hijriah, mengacu kepada ketentuan dari Rasul SAW maupun Umar ibn Khattab, yaitu dalam rasio berat 7/10 (7 Dinar berbanding 10 Dirham). Dalam Muqaddimah yang dikutip di atas  Ibn Khaldun menyatakan ketentuan ini telah menyadi ijma’.

Nurman Kholis, seorang peneliti di Kemneterian Agaman kemudian membuat hitungan berdasarkan sunnah dan ijma’ di atas, maka:
1 dinar (4,25) gram emas x 7 = 29,75, beratnya sama dengan 1 dirham (2,975) gram Perak x 10 = 29,75.

Hal ini jelas berbeda dengan adanya pihak yang menyatakan bahwa  1 dinar itu 4,44 gram emas dan 1 dirham itu 3,11 gram perak. Sebab, 7 dinar dengan berat seperti ini tidak sama dengan 10 dirham, sebagaimana kedua penjumlahan berikut ini:
3,11 x 10 = 31, 1, dan 4,44 x 7 = 31,08.

Kecermatan dan ketelitian timbangan ini penting  dan secara teknis timbangan saat ini mampu menimbang emas sampai 4 angka di belakang koma. Jadi tidak boleh dan tidak perlu pembulatan. Apalagi kita tahu, emas adalah penakar nilai dan harga yang tinggi atau mahal. Dan pertukarannya, bila dilakukan,  harus persis sama berat dan kadarnya. Jika tidak maka terdapat riba di dalamnya. Selisih itulah ribanya.

Dengan kata lain pengambilan angka 4.44 gr untuk dinar, dan 3,11 gr untuk dirham secara matematis terbukti menyimpang dari ketentuan Rasul SAW yang sangat cermat dan teliti. Subhanallah!

Secara empiris ternyata pula koin emas seberat 4.44 gr adalah warisan Kaisar Hiraclius dari Romawi, dengan sebutan solidus. Itu pun kemudian dikurangi beratnya, menjadi 4.25 gr, disesuaikan dengan ketentuan Khalifah Malik ibn Marwan, dengan alsan agar bisa ditransaksikan.  Beberapa puluh tahun kemudian ketentuam 4.25 gr ini  juga diikuti oleh Raja Offa dari Inggris saat mencetak koin emas mereka.