Di Jakarta, Dinar dan Dirham Alat Pembayaran Sah De Facto

2232

“Di Indonesia dinar emas dan dirham perak juga merupakan alat pembayaran yang sah secara de facto,” ujar Bapak Sofyan al Jawi, ahli numistatik Indonesia dan praktisi muamalah.

Dia mencatat pada 19 Januari 2018 lalu seorang penyewa rumah datang kepadanya, ia bercerita tentang dinar emas yang ternyata juga merupakan alat pembayaran yang sah di Republik Indonesia – atas dasar  kasus di Jakarta.

Ia berkata bahwa bank-bank pemerintah dan  swasta, juga pegadaian pemerintah sudah lama menerima pembayaran utang dengan alat bayar berupa Dinar Emas. Bank dan pegadaian menyatakan bahwa emas lebih liquid daripada barang berharga lainnya, karena mudah diserap pasar.

“Saya  tersenyum sebab saya sudah tahu itu sejak 2003, saat bank dan  pegadaian berebut nasabah pemilik emas,” tulis Pak Sofyan lebih lanjut.

Singkat kata, ia bermaksud membayar uang sewa rumah bulanan dengan Dirham Perak. Tentu saja Pak Sofyan  langsung SETUJU. “

“Rupanya ia belum tahu kalau dahulu Cilincing adalah Zona Muamalah Dinar Dirham. Dan saya  adalah pemimpin zona tersebut,” ujarnya menambahkan.

Keterangan foto : Kuitansi pembayaran sewa rumah bulanan dengan akad 2 dirham dan 320.000 rupiah.

.