Diserahkan Zakat Mal 6 Dinar dan 100 Dirham

249

Siang tadi, Rabu 9 Maret 2016, di lokasi Tanah Wakaf Imarah Tembeling sejumlah muslim menjadi saksi ditegakkannya kembali rukun dan sunnah zakat. Sebanyak 100 dirham perak dan 6 dinar emas zakat mal yang ditarik dari sejumlah muzaki diserahkan kepada Sultan Haji Huzrin Hood, dari Kesultanan Bintan Darul Masyhur.
Sebagaimana ditetapkan Rasul SAW dan diikuti oleh para ulama, zakat mal harus dibayar dengan ‘ayn, dalam hal ini Dinar dan Dirham. Hanya karena darurat, selama sekitar seabad terakhir, dibolehkan membayarnya dengan uang kertas, karena Dinar dan Dirham tak ada. Kini kedua koin syariah ini telah kembali.

Maka dalil darurat gugur sudah.

penyerahan zakat
Zakat Dinar dan Dirham yang diserahkan kepada Sultan Huzrin Hood di atas akan dibagikan kepada mustahik di Kesultanan Bintan (KBDM). di bumi KBDM pula Sultan Huzrin telah mendirikan Pasar Sultan di mana Dirham perak berlaku sebagai alat tukar.

Selain zakat juga diserahkan sedekah dan wakaf sebanyak 30 Dirham dan Rp 1.225.000. Sedekah ini akan digunakan untuk menopang pembangunan Wakaf Imarah Tembeling.