Ditengarai, Sir Evelyn Rothschild Desakkan Penyerbuan Suriah

695

Beredar kabar bahwa Sir Evelyn de Rothschild, bankir kampiun dari Dinasti Rothschild, adalah orang yang  telah mendesak negara-negara Barat untuk “berspadu jadi  satu” untuk “campur tangan” di Suriah dan menggulingkan Assad untuk “ membawa Suriah ke abad baru.”

Menggambarkan Assad sebagai “diktator brutal yang harus ditaklukkan” selama pidato di acara penggalangan dana di distrik keuangan Kota London, Rothschild menuntut bahagar  negara-negara Barat “menggulingkan rezim Assad” karena “menolak kesusilaan umum” dan ancaman bagi nilai-nilai perusahaan.”

Rothschild juga menyebutkan bisnis keluarganya yang berasal lima bersaudara yang mendirikan “sistem perbankan pertama dan benar-benar global,” yang beroperasi dari London, Paris, Wina, Naples dan Frankfurt sebelum pergantian abad ke-19.

Dia mengatakan: “ini lima bersaudara, bekerja sama untuk bertukar informasi dan ide-ide, membangun sebuah bisnis yang luar biasa yang melampauai batas-batas dan budaya.

“Hanya lebih dari 200 tahun kemudian, cita-cita bisnis ini, yang telah berdiri melewati ujian waktu, kini terancam oleh rezim despotik yang menolak  kesusilaan umum. Rezim ini menimbulkan ancaman bagi nilai-nilai perusahaan internasional kami.”

Sir Evelyn tidak menjelaskan mengapa pemerintah dunia harus mendengarkan tuntutannya untuk melaksanakan  intervensionis di Timur Tengah.

Namun, diduga, ia menyarankan dan mendesak  untuk invasi Suriah karena bangsa ini sampai saat ini adalah  salah satu dari hanya lima negara tersisa di dunia ini yang tidak memiliki bank sentral yang dikendalikan Dinasti Rothschild.

Pada tahun 2000 masih ada delapan negara tanpa bank sentral dikendalikan oleh Rothschild, namun Irak, Libya dan Afghanistan – segera setelah invasi Barat – sekarang semua telah mendirikan bank sentral serupa.

Maka, mungkinkah Suriah adalah target berikutnya?

Demikian dilaporkan oleh yournewswire.com.