Ini Dokter yang Paham Analogi Vaksin-Miras dan Tanggapan Netizen

963

Kontroversi soal analogi saya beberapa hari lalu tentang Divaksin atau tidak adalah hak orang tua. Membahas vaksin dengan para dokter itu serupa dengan membahas miras dengan pemabok,” belum juga selesai, meski telah mereda. Klarifikasi yang saya buat tentang analogi itu pun masih banyak yang tidak memahaminya.  Bullying, yang nampak sistematis berlangsung, belum juga sepenuhnya berhenti.

Namun, di tengah kegaduhan itu, ada seorang dokter yang sangat jernih berpikir dan memberikan penjelasan dengan pemahaman yang pas tentang sebuah analogi. Namanya dr Narikodan Muhammad Zaelani, seorang dokter kandungan dari RSAB Az Zahra Palembang.

Dalam akun FB-nya dokter  Narikodan menulis:

“Maksud bapak itu, percuma ngomongin vaksin ke dokter (karena menurut dokter, vaksin itu aman dan penting buat manusia, titik, final dan mengikat) sebagaimana percumanya ngomongin miras ke pemabok (karena menurut pemabok miras itu aman dan penting buat pemabok, titik, final dan mengikat), terus menyamakan dokter dengan pemabok itu dari mana ? Itulah yang namanya analogi dok, memberikan kemiripan satu dengan yang lain, nah disini adalah kemiripan PENDAPAT dokter terhadap vaksin dengan PENDAPAT pemabok terhadap miras, sama-sama keukeuh, jadi yang dimiripkan, yang dianalogikan adalah PENDAPAT nya bukan yang lain, begitu dok …”

Atas penjelasan itu banyak netizen  menanggapinya. Di antaranya:

Hermi Putriati, menulis: “Menurutku juga begitu. :. Yg lucu dan oon malah ada seorang nakes yg katanya ahli tp menganalogikan halal haram vaksin dengan pisang goreng dan jagung rebus... Itu malah ga nyambung sama sekali.”

Abu Almira Andriansyah Al-Alifi Hanya orang yang berfikiran jernih yang dapat mencerna maksud Pak Zaim.” 

 Dina A WulandariTentu saja Amir. Hanya orang yang tidak jernih melihat substansi sesuatu, yang bisa salah tafsir. Analoginya terlalu menendang ego mereka. “
Demikianlah tanggapan atas analogi di atas. Dan saya berharap semua pihak bisa berpikir jernih dan berfokus pada substansi masalahnya. Soal kesehatan masyarakat tentu saja sangat penting diperhatikan dan ditangani. Imunisasi warga dari berbagai kemungkinan serangan penyakit sangat penting. Tapi imunisasi bukan cuma vaksinasi. Allah SWT dan Rasul SAW, dan para ulama di masa lalu, telah banyak memberi panduan dan petunjuknya. Kaidah halal dan thoyib harus menjadi landasan yang tidak boleh ditinggalkan.