Dolar AS Makin Terpojok, Rusia dan Cina Mulai Mencampakkannya

514

Kepercayaan terhadap Dolar AS makin hari semakin merosot. Halini terutama ditunjukkan oleh beberapa negara pesaing beratnya seperti Cina dan Rusia, serta Brasil. Negara-negara ini, bersama Iran,melalui berbagai cara terus berupaya untuk melemahkan posisi dolar AS.

Cina belum lama ini mulai mematok harga emas dalam yuan. Rusia mulai mengupayakan penjualan minyak dalam rubel. Brasil bersama sejumlahnegara lain berupaya menciuptakan bank internasionalnya sendiri, juga dalam rangka melepaskan ketergantungan terhadai dolar AS.

Tindakan lain yang kini mulai terkuak adalah sejumlah pihak yang mulai mencampakkan obligasi dolar AS mereka. Termasuk Saudi Arabia yang juga mengancam akan menjual obligasinya, bila kasus 9/11 dikait-kaitkan dengan Saudi Arabia.

Pada bulan Maret 2016, bank sentral dari berbagaibagian dunia dikabarkan telah mencampakkan total AS $ 17 miliar pada American Treasuries. Sejak awal tahun penjualan obligasi ini telah mencapai AS$ 123 miliar, yang merupakan laju penjualan tercepat sejak 1978.

Cina saja telah menjual sebanyak AS $ 7,7 milyar pada bulan Maret itu, menurunkan sahamnya sebanyak AS $ 26,4 miliar sejak Juni tahun lalu. Rusia mencapakkan AS $ 1,6 miliar, sementara Brazil menjual hampir AS $ 1 miliar. Nilai obligasi yang dibeli Saudi Arabia mencapai angka yang relatif besar, total AS $ 117 miliar, yang sewaktu-waktu juga bisa dicampakkan, kalau terjadi keretakan hubungan sekutu kental ini.

US-dollar-losing-influence-around-world