Dua Sunnah dalam Kemeriahaan Pasar Muamalah, Depok

433

Azan ashar belum berkumandang. Beberapa relawan  baru selesai menata meja, persiapan Pasar Muamalah, Tanah Baru, Depok, kemarin sore, Sabtu 4 Juni 2016. Jadwal dibukanya pasar masih sekitar 45 menit, tapi banyak orang mulai mendatanginya. Merek arela menunggu, dengan cukup sabar, untuk membelanjakan Dirham perak di tangan mereka. Sedang para pedagang baru 1-2 orang yang datang.

Kemeriahan, dan keberkahan, sangat terasa, begitu pasar dinyatakan dibuka.  Di situlah para pedagang dan pembeli bertransaksi seperti Nabi SAW  bertransaksi. Dasarnya redho sama redho. Tanpa ada sewa, tanpa pajak, dan tanpa riba. Alat tukarnya pun Dinar emas dan Dirham perak, sebagaimana yang digunakan Nabi SAW.

FHP Juni 2016 3

Penyelenggaraan pasar seperti ini setidaknya mengembalikan dua sunnah penting.

Pertama, zakat ditarik dan dibagikan kepada mustahik, dalam Dirham atau Dinar, dan ditarik oleh para Amir atau Sultan. Bukan saja ini memenuhi rukunny,a tapi zakat sampai di tyangan mustahik 100%. Hari ini sebagian besar zakat tidak sampai langsung kepada mustahik, tapi melalui organisasi, dibuat berbagai program. Jarang yang tunai sampai ke yang berhak.

Kedua, pasar terbuka kembali tersedia, hingga tidak harus sewa mal atau kios yang mahal. Dengan begitu perdagangan berlangsung kembali. berlangsung secara adil karena menggunakan alat tukar bernilai riil, yakni Dirham perak dan Dinar emas. Bukan secarik kertas! Dan kebebasan bertransaksi yang diberikan oleh Allah SWT kembali didapatkan. Tiada pemaksaan alat tukar, hasil monopoli sesuatu pihak.

FHP Juni 2016 2

FHP Juni 2016 4