Dua Tahun JKW-JK: Produksi Stagnan, Penghasilan Cenderung Turun

282

Hari ini, 20 Aktober 2016, tepatnya usia pemerintahan Jokowi – JK.  Bagaimana prestasi mereka?

Hasil kerja selama 2 tahun pemerintah Jokowi- JK ini memperlihatkan produksi nasional yang  stagnan dan sumber-sumjber utama penghasilan negara cenderung turun sebagai konsekuensi dari penurunan dan rendahnya pertumbuhan ekonomi, Sementara defisit anggran negara hampir mencapai batas 3 % yang diperbolehkan oleh  UU Keuangan Negara.

Demikian simpulan dari Dr Sigid Kusumowidagdo.  Ia menunjukkan sejumlah indikator pokok dalam hal ini.  PertaJKW JK 2 tahunma, PDB (PRODUK DOMESTIK BRUTO).  PDB adalah nilai pasar dari barang dan jasa yang diproduksi suatu negara dalam suatu periode (satu tahun).

a. PDB Indonesia dihitung dalam nilai milyar dolar AS:
2014= 892
2015= 862
2016= 892 (aktual hitungan terakhir)

Nampal PDB tahun  pertama turun dan stagnan. Dilihat dari  PDB PER KAPITA,  PDB dibagi jumlah penduduk yang secara kasar rmenghitung pendapatan per penduduk rata-rata ,dalam dolar AS, angkanya:
2014 = 3,834
2015 = 3,703
2016 = 3 ,834 (Aktual)

Angkanya juga  stagnan, malah di tahun pertama turun.

c.  PERTUMBUHAN PDB2014= 5,02 %
2015= 4,8 %
2016 = 5,18 % Aktual
Juga relatif stagnan , tahun pertama turun.

2. EKSPOR PRODUK  DAN  JASA

Produk dan  jasa yang diekspor Indonesia dalam milyar dolar AS.
2014= 176 ,3
2015 =.142.7
2016 = 106.4 (aktual)Nampak ekspor Indonesia dalam duatahun ini turun terus.

3.PENERIMAAN PAJAK NEGARA;
2014= Rp 1,143 Trilyun (92,75 % dari Target)
2015 = Rp1,055 Trilyun (81,5 % dari Target). angka ini terendah selama 25 Tahun
2016 September = Rp 791,2 Trilyun
Nampak penerimaan pajakterus menurun dan selalu di bawah target
4. PENERIMAAN BEA CUKAi
Penerimaan dari pengutan resmi dari ekspor dan impor
2014= Rp170,2 Trilyun
2015= Rp 180,4 Trilyun ( 92,,5 % dari target)
2016 = Rp 61,,1 Trilyun ( Turun 12,29 % dari perode yang sama 2015)

Selain itu daya saing Indonesia, seperti ditunjukkan dalam The Global Competitiveveness Report 2016-2017, turun 4 tingkat disusul 4 negara yang tadinya di bawah Indonesia . Ini juga didukung fakta bahwa banya perusahaan besar dunia menuitup pabrik/usahanya di Indonesia selama 2 tahun dan pindah ke luar negeri sebagai contoh Toshiba,Panasonic. Perusahaan-prusahaan pakaian  dan  tekstil Korsel. Industri Otomatif Ford,General Motor, Mazda,  dsb.
Sayang sekali Indonesia kehilangan momentum 2 tahun untuk menaikan kelas Indonesia. Rencana pemerintah untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 7 % sampai akhir masa pemerintahan 2019 hampir dipastikan tidak akan tercapai.