Duterte Nyatakan Filipina Pisah dari AS, Bersekutu dengan China

495
 “Di tempat ini, tuan-tuan yang terhormat, dalam gedung ini, saya mengumumkan perpisahan saya dari Amerika Serikat,” Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan di  hapdan pejabat dan pengusaha Cina dan Filipina, di sebuah forum di Balai Agung Rakyatyang  dihadiri oleh Wakil Perdana Menteri China Zhang Gaoli , Kamis lalu.

“Baik dalam bidang militer, mungkin tidak dalam bidang  sosial, tetapi bidang ekonomi juga. Amerika telah kehilangan.” Duterte menegaskan.

Ini tentu keputusan luas biasa, mengingat selama ini Filipina adalah sekutu dekat Amerika Serikat.

“Saya sudah menyesuaikan diri dalam aliran ideologi dan mungkin saya  juga akan pergi ke Rusia untuk berbicara dengan (Presiden Vladimir) Putin dan mengatakan kepadanya bahwa kita bertiga  menghadapi dunia:  China, Filipina dan Rusia.  Ini satu-satunya cara, ” Duterte mengatakan.

Di Washington, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa  hal itu “membingungkan”.

“Kami akan mencari penjelasan tentang apa yang presiden maksudkan ketika ia berbicara tentang pemisahan dari AS,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri John Kirby. ” Ini tidak jelas bagi kita apa artinya, dan  dalam semua konsekuensi nya.”

“Aliansi AS-Filipina dibangun dalam sejarah panjang,  sejarah 70-tahun, menghubugnkan orang ke orang orang dan daftar panjang masalah keamanan bersama,” kata juru bicara Gedung Putih Eric Schultz mengatakan kepada wartawan, mmengacu  bahwa pemerintah AS belum menerima permintaan dari pejabat Filipina untuk mengubah kerjasama bilateral yagn berlangsung selama ini.

duterte lepas AS

Setidaknya kita melihat satu sosok presiden yang memiliki ketegasan dalam kaitan denganAS sebagai kekuatan utama dunia saat ini. Duterte lantang mengatakan: “Kami bukan boneka Amerika”.

Boleh Jadi Duterte sangat paham bahwa kekuatan AS tengah memasuki senjakalanya.