Edisi Revisi Buku Tidak Syariahnya Bank Syariah

1807

Edisi Revisi Buku Tidak Syarinya Bank SyariahBuku Tidak Syarinya Bank Syariah di Indonesia dan Jalan Keluarnya Menuju Muamalat karya Ir. H. Zaim Saidi, MPA cetakan terakhir (cetakan II) diterbitkan pada 2012 – terbit pertama kali pada 2010 sebagai Edisi Revisi I atas buku karya penulis yang sama berjudul Tidak Islamnya Bank Islam: Kritik atas Perbankan Syariah (Pustaka Adina, 2003).

Selama tiga-empat tahun belakangan ini tentu telah terjadi banyak perkembangan. Karena itu, dalam buku cetakan terbaru (Edisi Revisi II atau cetakan ke-5) yang sedang Anda simak ini, ada beberapa revisi, meskipun secara substansial tidak banyak berubah.

Revisi dilakukan dengan menjadikan materi buku Edisi Revisi I sebagai Bagian I. Revisi juga dilakukan dengan menghilangkan kata “di Indonesia” pada judulnya, dan sub-judulnya: “dan Jalan Keluarnya Menuju Muamalat”, sehingga judul menjadi: Tidak Syariahnya Bank Syariah.

“Sebab ketidaksyariahan bank syariah berlaku umum, bukan hanya kasus di Indonesia,” kata Zaim Saidi.

Perbaikan dilakukan penulis pada bagian penjelasan tentang posisi uang kertas dan proses metamorfosanya. Penulis menguraikan perubahan posisi uang kertas sebagai kuitansi yang dapat ditebuskan menjadi janji-utang yang kemudian sepenuhnya hanya sebagai uang fiat, dengan dua contoh kongkrit: dolar AS dan riyal Arab Saudi. Penulis juga memperbaiki redaksional mengenai alat tukar dan uang menurut syariah.

Sementara itu penjelasan mengenai penyimpangan perbankan syariah ditambahkan ulasan baru tentang tidak syariahnya gadai syariah. Materi ini dimasukkan ke dalam buku ini karena kasus gadai syariah penting diketahui oleh masyarakat luas, mengingat gadai syariah belakangan ini dipromosikan demikian gencar, dan karena ketidaktahuannya, sebagian masyarakat terlibat di dalamnya.

Untuk memperjelas posisi perbankan syariah secara umum, penulis menambahkan penjelasan tentang sejarah kelahiran dan perkembangan perbankan syariah, guna menegaskan bahwa tidak pernah ada preseden mengenai perbankan syariah dalam kehidupan umat Islam terdahulu.

Revisi lain dilakukan dengan menghilangkan “Epilog”, yang semula berisi tulisan berjudul “Udang di Balik Bank Islam” karya Shaykh H. Umar Ibrahim Vadillo. Kami menggantinya dengan karya Shaykh Umar lainnya yang lebih luas, berjudul “Fatwa tentang Perbankan dan Pemanfaatan Bunga Bank”. Tulisan yang pernah diterbitkan pada 2007 dalam bahasa Inggris ini menjadi Bagian II buku ini. Risalah tersebut demikian penting sebagai pendalaman wawasan tulisan-tulisan pada Bagian I, yang sumbernya memang berasal dari dokumen mengenai fatwa tersebut.

Dalam buku ini juga ditambahkan Lampiran, berjudul: “Urgensi Penegakkan Kembali Fikih Zakat Merujuk pada Ajaran Shaykh Muhammad Arsyad Al-Banjari”. Sebelum diup date, naskah ini pernah dipresentasikan oleh penulis pada acara bedah buku Pemikiran Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari tentang Zakat karya Dr. H. Muslich Shabir, MA, di Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 14 Agustus 2007. Meski tidak terkait langsung dengan masalah perbankan syariah, yang merupakan tema pokok buku ini, risalah tersebut sengaja disertakan mengingat pentingnya kaitan antara zakat dan Dinar-Dirham yang tidak lepas dari kegiatan muamalah, khususnya perdagangan dan pemilikan harta secara umum.

Lampiran sebelumnya, yakni “Jaringan Wakala Dinar Dirham”, ditiadakan karena dinamika wakala berlangsung cukup cepat sehingga membuat daftar alamat wakala tidak up to date. Indeks juga kami hilangkan. Dilakukan pula up date atas beberapa data dan informasi terbaru, baik tentang perbankan syariah di satu sisi maupun perkembangan penerapan muamalat di lain sisi.

Semoga upaya-upaya tersebut menjadikan manfaat buku ini bertambah adanya.