Edukasi Berjual Beli Cara Nabi

321

“Di ahad siang ini, mengajak anak-anak, Alya, Tata, Shilla berdagang di pasar muamalah di Depok,” tulis Irawan Santoso Siddiq, seorang pengacara muda di Jakarta. Dia turut berdagang di Pasar Muamalah, Tanah Baru, Depok, Ahad, 19 November 2017 kemarin.

Pasar adalah wadah penting dalam kehidupan. Kini pasar dikendalikan kapitalisme. Alhasil tidak terjadi mekanisme fitrah. Karena yang berlangsung monopoli. Mall adalah bentuk baru pasar yang berwujud kapitalisme. Hedonis menjadi asupan utamanya. Srmentara Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam mengajarkan pasar sama dengan di masjid dalam hal Sunnah. Tidak boleh ada sewa, pajak, apalagi kapling tempat. Karena Islam bukan sekedar masjid belaka. Tapi juga pasar. Membangun pasar sama pentingnya dengan membangun masjid. Karena masjid dan pasar berdampingan. Pasar ialah bagian dari muamalah.

Demikian ia merefleksikan pentingnya mengembalikan Pasar Muamalah. Di Depok Pasar Muamalah berlangsung setiap bulan sekali. Di sini kebebasan bertransaksi dijamin. Alat tukar bebas dipilih dengand asar redho sama redho. Koin emas dan koin perak berlaku.

Di sana secara rutin dibagikan zakat mal berupa Dirham perak. Pekan lalu dibagikan 126 Dirham perak. Pedagang datang dari wilayah Jabodetabek. Yang berminat silakan hadir setiap bulannya.