Empat Masjid di Paris Ditutup-Paksa

393

Diskiriminasi kepada kaum Muslim semakin keras di Perancis.

Pemerintah Perancis telah menutup empat masjid di wilayah Paris, dengan tuduhan  mempromosikan ideologi Islam radikal.  Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve telah juga  mengeluarkan perintah otorisasi penutupan empat sekolah madrasah  di pinggiran Paris dari Yvelines, Seine-Saint-Denis dan Val-de-Marne.

Pernyataan Kementerian Dalam Negeri Perancis mengatakan: “ Masjid-masjid ditutup demi  keadaan darurat akibat penyebaran  ‘kebencian dan kekerasan,’, ditambahkan bahwa  “di bawah kedok kegiatan ritual, tempat-tempat ini  menyelenggarakan pertemuan yang bertujuan untuk mempromosikan ideologi radikal, [yang] bertentangan dengan nilai-nilai dari Republik [Perancis] dan dapat menimbulkan risiko serius bagi keamanan dan ketertiban umum. ”

Dalam pernyataan itu, Cazeneuve juga menegaskan kembali komitmennya untuk “memungkinkan koeksistensi damai dari semua [tempat] ibadah sesuai dengan hukum Republik” serta “tekad” untuk melindungi warga negara Perancis dan “memerangi terorisme dengan segala cara hukum . ”

Masjid Agung Paris
Masjid Agung Paris

 

 

 

 

Masjid di Yvelines disebutkan memiliki hubungan “dengan  gerakan Salafi yang berpengaruh yang menganjurkan Islam yang ketat dan menyerukan diskriminasi, kebencian dan kekerasan,” sebagaimana dikutip oleh Le Parisien.

Sejak Desember 2015,  pihak berwenang Prancis telah  menutup sekitar 20 masjid dan musholla yang  dianggap menyebarkan Islam radikal .

Pada bulan Juli lalu, Perdana Menteri Perancis Manuel Valls mengatakan pemerintahnya sedang mempertimbangkan larangan sementara pembiayaan luar negeri  untuk kegiatan masjid setelah serangkaian serangan teroris yang diklaim oleh Negara Islam (IS, mantan ISIS ).

Saat ini ada sekitar  2.500 masjid dan musholla  di Perancis. Sekitar 120 dianggap mengajarkan paham  Salafisme-Wahabbisme radikal  yang mengancam ketertiban umum.