Gaji Para Operator Riba Ini Milyaran Rupiah

2841

Beberapa waktu lalu ramai diperbincangkan di berbagai media sosial gaji direktur Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang mencapai Rp 530 juta/bulan. Banyak pihak menilai angka gaji setinggi ini sungguh keterlaluan. Sementara para buruh, dan pekerja, yang dipaksa membayar iuran BPJS,  membanting tulang bekerja keras hanya dengan gaji pas-pasan.

Tapi, ya, begitulah, karakter industri riba. Riba adalah sistem jahat, di mana uang beranak uang, tanpa ada kerja keras di dalamnya.

Dan, mereka yang semakin dekat dengan pusat riba, akan mendapatkan imbalan besar. Bukan cuma operator industri riba semacam BPJS. Juga mereka yang bekerja di industri perbankan, penggerak sistem riba lainnya.

Kantor berita CNN Indonesia pekan ini memberitakan tiga direktur utama bank yang bergaji ratusan juta sampai milyaran rupiah/bulannya.  Tiga bank yang konon merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni  Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI, menggaji para operatornya sampai milyaran rupiah/bulannya.

Ketiganya adalah sbb:

  1. Kartika Wirjoatmojo, Dirut Bank Mandiri, bergaji Rp 1 milyar/bulan.
  2. Asmawi Syam, Dirut Bank BRI, bergaji Rp 350 juta/bulan.
  3. Achmad baiquni, Dirut BNI 46, bergaji Rp 253 juta/bulan.

Dirut Bank Mandiri

 

 

 

 

 

Demikianlah industri perbankan yang tidak memiliki usaha riil, dan tidak melakukan pekerjaan apa pun, kecuali hidup di atas keringat dan kerja keras pihak nasabah, memberikan imbalan yang sangatbesar kepada para operatornya. Tapi riba tetaplah riba. Allah SWT telah mengharamkan dan menyatakan perang atasnya.

ASmawi Dirut BRI

Saatnya masyarakat hidup lebih mandiri, tidak melibatkan diri dengan perbankan, baik untuk kegiatan produksi maupun konsumsi. Hiduplah sesuai dengan kemampuan.

 

 

 

Baiquniu Dirut BNI

Dan, pahamilah ketika tidak ada lagi orang berutang kepada perbankan, maka industri riba  parasit ini akan mati dengan sendirinya. Dan bank tidak akan berhenti memiskinkan masyarakat agar hidupnya selalu tergantung kepada kredit dari mereka.