Gara-gara Bubble China, Properti Australia Bisa Ambruk dalam 6 Pekan

392

Ini masih soal gelembung investasi China yang mulai bermasalah di dunia internasional.  Sejauh ini, pasar properti Vancouver TELAH mengalamai pukulan yang paling berat dengan harga rumah merosot  lebih dari 20% dalam satu bulan,  pada Juli 2016 lalu. Kini,  sebuah lembaga think tank di AS,  International Strategic Studies (ISSA) memperingaktakan agar  membatasi investasi China di real estate Australia, untuk mencegah terjadinya hal yang sama dengan di Vancouver.

Di Kota Vancouver harga rumah rata-rata sebesar US $ 1,1 juta, turun 20,7% selama 28 hari terakhir dan turun 24,5% selama tiga bulan terakhir. Jumlah transaksi juga merosot: bulan Agustus menjadi bulan paling lambat untuk transaksi real estate: terjadi penurunan 94%!

Greg Copley, Presiden ISSA, memprediksi, tanpa ada perubahan kebijakan investasi masuknya modal China di sektorproperti, dalam waktu sekitar 6 minggu harga properti di Australia akan mulai merosot.

Berkat gelontoran investasi China, harga real estate  perumahan terbesar Australia melonjak selama tahun terakhir. Sydney dan Melbourne menjadi penerima terbesar modal asing China dengan harga real estat naik 53% dan 51%, sejak 2012.

Namun, pada musim semi lalu, bank Australia Mulai menindak sejumlah pembeli asing, kebanyakan dari China, pada  properti perumahan karena peningkatanh kegiatan penipuan dan pencucian uang. Dengan peristiwa yang mulai terjadi di Vancouver dan Australia sekarang namnpak jelas bahwa investasi China, khususnya di bidang property, hanyakah gelembung ekonomi, yang bermanfaat sesaat, dan menjadi petaka di masa depan.

Indonesia tentu harus waspada. Investasi China sedang digalakkan besar-besaran di sini bukan?

vancouver for sale 2_0