Geliat Muamalat di Mangku Negeri Tanjung Pura Darussalam

498

Sistem kapitalisme yang dicirikan dengan dominannya sistim distribusi monopolistik mengakibatkan pasar-pasar menghilang. Perdagangan mati. Jual beli hanya berlangsung melalui toko-toko dan kedai milik pribadi-pribadi, yang semakin hari semakin sedikit jumlahnya, terbunuh oleh kehadiran mini, midi, dan supermarket, yang merangsek sampai ke kampung-kampung. Monopoli distribusi ini pada gilirannya membunuh produksi. Barang-barang yang dijual di jaringan pengecer kapitalistik semakin sedikit jumlahnya, didominasi oleh segelintir merek, yang diizinkan dijajakan lewat jaringan pengecer tersebut.

Karena itu, kehadiran kembali pasar-pasar muamalah sangatlah penting, di mana pedagang bebas dari sewa, bebas dari riba, dan memiliki akses penuh. Dengan kembalinya pasar-pasar rakyat ini, produksi rakyat akan kembali bergairah. Jaringan monopoli dapat diputuskan. Produsen, juga petani, dapat langsung berjualbeli dengan pembeli di pasar. Tanpa perantara dan tengkulak.

Produksi Minyak Kelapa

Inilah yang kini mulai terjadi di Mangku Negeri Tanjung Pura Darussalam, Ketapang, Kalimantan Barat. Pengoperasian pasar Kyai Mangku Negeri Tanjungpura, mulai menggairahkan warga untuk berproduksi. Sejumlah warga mulai memproduksi minyak kelapa secara tradisional pada skala rumahtangga.  Produk minyak kelapa ini akan langsung dijual di Pasar Kyai Mangku Negeri. Dan, tentu saja, dapat dibayar dengan Dirham perak.

Demikianlah muamalat bergeliat di Mangku Negeri Tanjung Pura Darussalam. Semuanya dimulai dengan kembalinya amar dan kepemimpinan menurut kaidah Islam.