Giliran Riyal Iran, Kehilangan 20 Persen Nilainya

337

Nabi SAW telah menyatakan, “Akan datang suatu zaman di mana semua yang kamu miliki tidak akan berguna [karena kehabisan nilai], kecuali Dinar dan Dirham”.

Pernyataan Rasul SAW hari ini kita bisa pahami dalam bentuk terus merosotnya nilai mata uang kertas. Tanpa kecuali, dari semua mata uang kertas yang pernah ada, saat ini semuanya telah kehilangan nilai. Ia kembali bernilai karena setiap kali dimanipulasi dan dinyatakan bernilai. Tapi, dengan berjalannya waktu, akan kembali habis daya belinya. Sebab kertas adalah kertas, tak bernilai, kecuali senilai beberapa gram beratnya.

Para bankir tentu selalu untung. Rakyat yang dipaksa menggunakan uang kertas itulah yang dirugikan. Sebab untuk mendapatkannya harus menukarkanya dengan tenaga dan harta.

Dalam beberapa bulan terakhir ini saja kita mendengar sejumlah mata uang kertas kehabisan nilai. Bolivar Venezuella yang bahkan sudah mulai dikilo. Pound Mesir kehilangan 50% nilainya dalam semalam akibat sengaja didevaluasi.  Riyal Iran, sejak 6 bulan terakhir, telah kehilangan 20% nilainya. Semuanya baru diukur dengan dolar AS, yang pada dirinya juga merosot nilainya.

A money changer poses for the camera with a U.S hundred dollar bill (R) and the amount being given when converting it into Iranian rials (L), at a currency exchange shop in Tehran's business district, Iran, January 20, 2016. REUTERS/Raheb Homavandi/TIMA

Hari ini riyal Iran setara dengan sekitar 42.000 riyal/dolar AS. Padahal Pemerintah Iran telah mematok nilai tukarnya pada angka sekitar 32.000 riyal/dolar AS. Artinya, ada peluang pasar gelap, dengan selisih begitu besar 10.000 riyal/dolar AS.

Posisi riyal Iran yang serendah itu membuatnya menjadi mata uang paling lemah di seluruh dunia hari ini.  Selama sistem Riba yang diterapkan, itulah yang akan terjadi. Dominasi dolar AS adalah hasil tipu muslihat. Kertas dengan kertas, tapi diberi nilai ribuan kali lipat.

Karena itu umat Islam harus mulai mengenali dan menggunakan kembali dinar emas dan dirham perak. Inilah sunnah Rasul SAW yang semakin terbukti kebenaran dan kepentingannyauntuk dikembalikan.

Tidak ada yang perlu ditunggu. Koin dinar dan dirham sudah beredar kembali. Miliki, gunakan.