Inilah Takaran Zakat Fitrah Yang Sesuai Sunnah: 2.035 Liter

1311

Sebentar lagi, atau bahkan sudah ada yang memulainya, umat  Islam akan membayarkan zakat fitrahnya.  Zakat ini merupakan zakat badan, bukan zakat harta atau zakat mal, jadi wajib kepada setiap Muslim yang memiliki kecukupan pangan di akhir Ramadhan.  Tapi ada yang perlu diperhatikan kewajiban zakat fitrah ini hanyalah pada makanan, dan harus dibayarkan dengan makanan, bukan dengan uang.

Soal lain yang acap membingungkan umat Islam dalam zakat fitrah ini adalah besarannya.  Banyak yang menyataknnya dalam kilogram atau liter. Akibatnya ukurannya jadi bermacam-macam. Karena itu jalan terbaik adalah kembali menyatakannya dalam ketentuan dari Rasul SAW, yaitu dalam takaran, atau volume.

Nabi SAW menyatakan bahwa kewajiban zakat fitrah adalah sebesar 1 sa’ Madinah. Maka, kita harus mencari sa’ Madinah ini, lalu kalaupun mengkonversinya, konversikan dalam volume juga, yaitu liter, tidak dalam timbangan, atau kilogram. Sebab, selain sa’ Madinah, banyak beredar di masyarakat yang masih menggunakan takaran tradisional ini, yaitu sa’ Baghdad.  Shaykh Abdalhaq Bewley dalam bukunya Restorasi Zakat (Pustaka Adina, 2004), menyatakan bahwa 1 sa’ Madinah adalah sama dengan empat mudd. Satu mudd adalah satu tangkup dua tangan orang dewasa rata-rata. Dalam konversi  volume modern setara dengan 2.035 liter. Gantang Sha MadinahUntuk memverifikasikannya lagi, Amir Umarazmon Amir Hasan, Amir Muslimin di Kuala Lumpur telah menakar kembali  sa’ Madinah ini dengan beras, dan menemukan volume 2.035 liter. Ini mengkonfirmasi volume yang dinyatakan oleh Shaykh ABdalhaq Bewley di atas.  Jadi, takaran fitrah sebanyak 3.5 liter atau 2.7 kilogram yang banyak dinyatakan oleh para pengelola zakat fitrah saat ini terlalu berlebihan.

Koreksi ini penting karena zakat fitrah adalah zakat badan wajib bagi setiap orang, tidak kaya ataupun miskin.  Tunaikanlah sesuai kewajibannya. Meskipun memberikan lebih berarti telah bersedekah lebih.

Sa’ Madinah

gantang baghdad

Sa’ Baghdad