Keluhuran Al Quran dan Si Pandir dari Florida

1867

Oleh Shaykh Dr Abdalqadir as Sufi

Perbuatan bodoh terkini dari reruntuhan kristen adalah hadirnya seorang pendeta eksentrik- dengan kumis menawan-yang bermimpi dapat  membakar Al Qur’an.

Kita memiliki kabar untuk mahluk yang malang ini. Dia tidak mungkin membakar Al Qur’an. Itu mustahil. Al Qur’an adalah kalam ‎ milik ‎‎‎ Allah  yang bukan ciptaan.

Ketika seorang Muslim meminta kepada seorang Muslim lain untuk mengambilkan kitab, dia tidak berkata, “Berikan Qur’an itu kepada saya “, melainkan, “Berikan mushaf itu kepada saya”. Sama artinya dengan, “Berikan salinan Qur’an itu kepada saya”. Pada pembuka  Al Qur’an telah difirmankan: “Itulah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya’

Dhalikal kitab. Firman tersebut tidak berbunyi “kitab ini” karena apa yang kita pegang dengan tangan kita adalah salinannya.

Al Qur’an adalah  kalam Allah yang bukan ciptaan. Oleh karenanya tidak dapat disangkal. Tentu saja kita memperlakukan Mushaf Al Qur’an dengan penuh hormat.

Tindakan pendeta rendahan labil dengan meniru Mao dan Tentara Merah semata-mata mencerminkan kebodohannya sendiri.

“‎Allah  mempergunakan musuh-musuh Dien Islam untuk meninggikan Dien Islam”

Pandir FLorida

Ketika kabar mengenai rencana Garda Revolusi Mao Zedong untuk membakar Mushaf-Mushaf Qur’an sampai ke telinga seorang Imam di salah satu desa terpencil di Cina, sang Imam segera mengumpulkan anak-anak dan mulai mengajari mereka untuk membaca dan menghafal Al Qur’an.

Ketika  akhirnya  Garda Revolusi tiba di desa tersebut, mereka  disambut senyuman penduduk desa yang berdiri di depan tumpukan Mushaf Qur’an. Dan ketika para Garda membakar Mushaf-Mushaf tersebut, dari Masjid terdengar suara seratus anak-anak mengalunkan ayat-ayat Al Qur’an yang diberkahi.