Kembali Tegaknya Mimbar di Tanjungpura Darussalam

317

Ada satu hal penting yang kini banyak tidak dipahami umat Islam: pentingnya dan keberkahan mimbar di dalam masjid. Hari ini, kebanyakan masjid kita tidak menegakkan mimbar, dan menggantinya dengan podium. Podium adalah benda asing dalam Islam. Tempat asalnya ada di gereja.

Sebuah hadits dari Jabir ibn ABdullah menunjukkan bhwa mimbar dijaga para malaikat, dan mereka mendoakan orang yang menaikinya.

“Dari Jabir ibn Abdillah, sesungguhnya Nabi saw. suatu ketika menaiki mimbar. Ketika menginjak anak tangga pertama, beliau mengucapkan amin, begitu pula pada anak tangga kedua dan ketiga..”

(Hadis Riwayat Bazzar dalam Majma’uz Zawaid 10/1675-166, Hakim 4/153 disahihkan dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka’ab bin Ujrah, diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 644)

Dalam suatu haditsnya yang lain, Riwayat Bukhari, Nabi SAW menyatakan makna mimbar.

“Aku melihat Rasulullah saw  salat di depan mimbar, kemudian bertakbir menghadap mimbar, sewaktu rukuk pun masih demikian, kemudian Nabi pindah ke belakang mimbar, lalu Nabi sujud pada asal mimbar yakni pada tanah tempat menancapkan tiang mimbar. Setelah selesai salat, Nabi saw. menghadap kepada orang-orang seraya berkata: ‘Wahai manusia! Sesungguhnya aku membuat mimbar ini untuk kesempurnaanku dan untuk mengajarkan kesempurnaan salatku kepada kalian'” (H.R. Bukhari)

Mimbar adalah sunnah. Masuknya podium ke dalam masjid memutuskan sunnah. Kita tahu, sejak Rasul SAW, Khulafaurrasyidin, msampai para sultan dan amir di negeri Islam, selalu menegakkan mimbar di masjid. Sampai datang pembaruan Islam, dan mencampakannya, sebagai bagian dari pemutusan rantai sunnah.

penegakkan-mimbar

Karena tu, peristiwa di Mangku Negeri Tanbjungpura Darussalam Ahad, 30 Januari 2017,  pekan lalu sangat penting.  Umat Islam di sana menyadari pentingnya kembali menegakkan sunnah mimbar. Maka, di Masjid Darussalam, di Delta Pawang, podium dikeluarkan, dan digantikan dengan mimbar. Dipimpin oleh Wazir Yasir Anshari, penukaran podium dengan mimbar, berlangsung khidmat tapi penuh suka cita.

Dan ini kembali mengawali bahwa sebuah masjid jami’ harus berada di bawah otoritas jamaah muslim, bukan sebuah komite pribadi.  Semoga Allah SWT meridhoi dan kembalimemberikan pemahaman kepada umat Islam akan pentingnya mimbar.