Kembalikan Amr, Kembalilah Zakat

1060

Ini masalah yang penting karena menyangkut salah satu Rukun Islam, yakni Zakat. Tanpa Zakat, berarti Rukun Islam tinggal empat, dan karenanya bukan lagi Islam. Tentu saja Zakat masih terus dibincangklan di kalangan umat Islam. Hingga seolah tidak ada masalah. Padahal masalah Zakat ini sangat serius, karena telah mengalami penyimpangan serius.

Apakah penyimpangan serius itu? Zakat telah diubah menjadi sedekah biasa. Sedekah sukarela. Sedangkan Zakat adalah sedekah wajib, ditarik oleh otoritas Islam, yakni oleh Ulil Amri atau  petugas yang ditunjuknya. Sebelum ada Zakat harus ada Ulil Amri terlebih dahulu.

Kaum Muslimin harus kembali berjamaah, berbaiat kepada seorang amir atau sultan, sebagai Ulil Amri. Tugas pertama seorang amir atau sultan adalah mencetak dinar emas dan dirham perak. Lalu menarik dan membagikan zakat keduanya.

Shaykh Dr Abdalqadir as Sufi, dalam buku “Kitab Amal;” (akan segera  terbit oleh Pustaka Adina), mengingatkan:

“Zakat bukan Sedekah yang dengan sukarela diserahkan. Saya harus mengulang-ulang hal ini karena yang disebut sebagai Ulama dalam kurun satu abad terakhir ini telah mencampakkannya.

Mereka telah mengubah Zakat menjadi Sedekah sukarela hingga diberikan sebagaimana segala sesuatu lainnya yang diberikan, tapi Zakat bukan itu. Zakat adalah Sedekah yang DITARIK.

Ada satu kata dalam Qur’an yang mendifinisikan Zakat secara tegas sebagai “Khudz”. Tarik! Surat at Taubah (9:103):

Tariklah Zakat dari kekayaan mereka.

Dengan perkataan lain Zakat harus diambil. Inilah praktek kaum Muslimin, dan dijalankan sepanjang masa dari sejak Muslim awal sampai runtuhnya Khilafah di kedaulatan Islam yang agung di Timur – Moghul dan Utsmani.

Ketika Amr disingkirkan, Zakat dihancurkan.”

Koreksi praktek umat Islam dalam mengurus Zakat ini sangat mendasar. Zakat akan menjadi pintu masuk kembalinya Islam yang kaffah. Didahului dengan penegakkan Amr, pencetakan dinar dan dirham, pendirian baitul mal; diikuti dengan penerapan syariat di bidang lain, khususnya muamalah.

Saat ini upaya ini telah dilakukan di beberapa tempat. Antara lain di Kesultanan Bintan Darul Masyhur, Tanjung Pinang, di Mangkunegeri Tanjungpura Darussalam, di Ketapang, Kalimantan Barat; dan di beberapa tempat lain, seperti Depok dan Medan, di bawah Amirat Indonesia. Umat Islam mulailah menjalankan Zakat dengan benar. Tunaikan dalam dinar emas dan dirham perak, serahkan kepada para amir dan sultan yang telah mendirikan kembali Baitulmal.