Kesulitan Finansial, Pemerintah Saudi Lipatgandakan Visa dan Denda

575

Saat ini persoalan finansial tampaknya membelit banyak negara, mulai dari Indonesia sampai Saudi Arabia. Pemerintah RI kita tahu baru saja memangkas APBN sebanyak Rp 133 triliun. Belum lama kita dengar Pemerintah Saudi mulai mengambil utang-utang luar negeri ratusan rupiah triliun jumlahnya.

Kini, kita dapati Pemerintah Saudi Arabia, menaikkan biaya visa bagi pengujung asing, bahkan sampai hampir 10 kali lipatnya! Dan berbagai jenis denda bagi warganya juga diperberat.

Ini semua bertujuan untuk “meningkatkan pendapatan dari sumber non-minyak”. Jelas, kesulitan finansialini disebabkan paling tidak oleh dua hal, pertama turunnya harga minyak – atau tepatnya merosotnya daya beli uang kertas. Kedua, akibat mulai terjerat utang berbunga, yang harus terus dicicil bersama riba yang dikenakan kepadanya.

visa sAUDI

Sebagaimana dilansir oleh  Saudi Gazette (8/8/2016), tarif  baru visa tersebut merupakan bagian dari amandemen Kode Tarif dari  Civil Aviation yang disetujui selama sesi Kabinet di Al-Salam Palace di Jeddah. Saudi. Visa untuk single entry kini ditetapkan sebesar SR 2.000, dari sebelumnya hanya sekitar SR 200. Meskipun, bagti Jemaah haji yang pertama kali menunaikan hyaji, visa ini dibebaskan.

  • Untuk multiple entry, bervariasi tergantung lama kunjungan: multiple-entry visa untuk enam bulan biaya SR3,000. Multiple-entry visa  untuk satu tahun biaya SR5,000 dan selama dua tahun, SR8,000.  Biaya untuk visa transit, atau visa untuk mereka yang hanya lewat Kerajaan, adalah SR300.
  • Biaya untuk visa keberangkatan bagi mereka yang meninggalkan Kerajaan melalui pelabuhan laut adalah SR50.
  • Untuk visa exit/re-entry (keluar dan masuk kembali), SR200 untuk perjalanan tunggal untuk dua bulan maksimum, dan SR100 untuk setiap bulan tambahan, dalam batas-batas durasi tinggal.
  • Biaya untuk visa multiple exit/ re-entry (keluar dan masuk kembali) selama tiga bulan adalah SR500, dan SR200 untuk setiap bulan tambahan.

Selain itu Pemerintah Saudi juga menaikkan besaran denda pada sejumlah pelanggaran lalu lintas. Satujenis pelanggaran tertentu ada bahkan yang harus didenda sampai SR 50.000 atau sekitar  Rp 175 juta!

Sekali terjebak dengan sistem riba, memang penderitaaanlah yang harus diterima. Rakyat banyak yang harus menanggungnya.