Kitab Fiqih Jihad dalam Konteks Zaman Modern

521

Ini adalah sebuah buku teks berkenaan dengan urusan yang menyangkut Dien Islam sesuai dengan Kitab Allah dan Sunnahh Rasulullah salalahu’alayhiwasalam. Dalam persoalan yang dibicarakan ini posisi yang diambil didasarkan dengan kuat kepada pandangan dua sumber utama ini, dan, sesuai dengan perintah Rasulullah salalahu’alayhiwasalam, kita mengambil juga praktek Salaf, yang ada pada tiga generasi awal, terutama sekali pada Khulafaur Rasyidin.

Pada saat ini kita menemukan bahwa Dien, urusan asli kenabian ini hampir sepenuhnya telah ditulis ulang oleh para jurnalis Mesir dan Pakistan yang mengklaim sebagai para pemimpin  ‘kebangkitan’ modernis. Selama berada dalam periode ketika pengaruh dan program mereka disebarkan Muslim terus-menerus mengalami kemunduran menjadi hina, tersesat, terjebak ke dalam tindakan-tindakan militeristik tanpa secara akal sehat memiliki kemungkinan untuk berhasil, dipaksa menerima doktrin yang mentoleransi perbankan kafir sambil berpura-pura menghilangkan riba yang menjadi biang keladi penderitaan Muslim. Pada saat yang sama, orang-orang yang diduga sebagai ‘pemimpin’ ini telah terbunuh dalam petualangan naif dan kemudian diagungkan hampir sebagai tuhan-tuhan di atas kecaman, atau ditempatkan sebagai gubernur bank-bank yang sama haramnya yang menjadi kaya raya dari tabungan kecil kaum Muslim yang miskin.

APJI

Ulama yang dibayar oleh pemerintah diserahkan pada program yang secara terbuka berkomitmen bagi dien kufr dan bersekutu dengan musuh bebuyutan Islam, telah mengadakan pertemuan-pertemuan dan konferensi dan membuat pernyataan-pernyataan, bahkan fatwa-fatwa resmi, yang utamanya ditujukan untuk menulis ulang Dien – untuk merubah tata cara haji, dan menyangkal ayat-ayat yang sudah jelas maknanya mengenai kewajiban Zakat dan Jihad.

Jika sebuah negeri telah menyediakan dirinya bagi instalasi militer kafir, bagaimana dapat seseorang secara serius mempertimbangkan bahwa ulama negeri tersebut layak disebut ulama, atau pantas berijtihad, bahkan sungguh-sungguh mampu mengeluarkan perintah-perintah yang paling fundamental, sedangkan pada isu-isu yang sederhana saja bibir mereka terkunci rapat? Ketika pendidikan Islam telah dicela, ditulis ulang, dan dibuat tidak aktif, ditundukkan kepada sistem akademi kuffar yang mana dengan metodologi yang dideklarasikannya menganggap setiap teks sebagai subjek yang terbuka bagi analisis kritis dan penolakan, dengan demikian secara terbuka menyangkal Qur’an sebagai Wahyu; ketika ulama sejati ditolak suaranya, sementara para ‘doktor’ yang diproduksi kafir, yang telah secara terbuka dan bernafsu tunduk kepada penghargaan dan restu sistem universitas dan keanggotaan dien kafir, angkat bicara.

Merupakan produk dari universitas yang sama bahwa orang-orang yang disebut ‘doktor’ itu telah muncul ke permukaan dengan Islam sinkretis mereka yang sepenuhnya menerima fondasi sistem kafir, strukturalismenya, masonismenya, sekularismenya, sains yahudinya dan sosiologi, psikiatri yahudinya yang telah dibenamkan di tanah Arab. Dan, yang paling buruk, ‘Islam modern’-nya yang telah secara cemerlang dirancang ulang guna membodohi orang yang mudah tertipu bahwa Islam tidak disebarkan dengan pedang tetapi dengan argumen rasional – walaupun tersisa pertanyaan bagaimana serbuan orang Arab mampu membujuk orang Spanyol, orang Cina, orang Melayu, dan gerombolan Berber mengenai superioritas Islam sementara orang Arab itu tidak berbicara bahasa-bahasa mereka, masih menjadi rahasia.

Sampai sekarang kita telah melewati seratusan tahun sejak karya-karya masonik dari Abduh dan para pengikutnya telah menyebarkan sampah di jantung bumi Islam. Yang disebut Gerakan Islam itu, dengan begitu pandai mengklaim sebagai Salafi, sementara memprakarsai bid’ah demi bid’ah melakukan pemberontakan selama lima puluh tahun terakhir, tidak satupun yang berhasil. Sungguh, para kritikus  telah mencatat betapa sering aktifitas mereka cocok dengan kebijakan-kebijakan luar negeri Amerika atau Inggris pada saat itu. Ribuan anak muda telah dibantai  dan tidak pernah ada satupun dari usaha-usaha yang berhasil meraih kemenangan, dan menjamin Muslim bahwa bendera Islam diangkat tinggi-tinggi.

Pada suatu kali seorang utusan datang kepada Umar ibn al-Khattab dengan berita kemenangan Muslim dan Umar menanyai dia, “Pada waktu apa engkau melawan musuh?” Dia menjawab, “Di pagi hari” Kemudian dia ditanya, “Pada waktu apa mereka dikalahkan?” Dia menjawab, “Tak lama setelah tengah hari.” Umar berseru, “Inna lillahi wa inna ilahi raji’un! Apakah kufr bertahan hingga ber-Iman dari pagi hingga tengah hari? Engkau telah membuat suatu bid’ah di belakangku”.

Jadi apa yang kita dapatkan dari sebuah aliran dan suatu ijtihad yang sedemikian gagal selama lima puluh tahun, sementara pada saat yang sama semua pendiri aliran itu bersenang-senang dalam kemewahan melayani musuh besar yang memperbudak jutaan dari kita, dari Indonesia sampai Afrika?

Apa yang kita dapatkan dari yang disebut kepemimpinan Islam yang mengambil semua struktur sosial dan  pola tingkah lakunya dari kuffar? Bukan hanya untuk mandat ‘akademis’ dan spiritual, yang diinginkan dari ulama tersebut, tetapi juga moral sosial dari kementrian, kedutaan, protokol, Akademisi-akademisi nasional dan fantasi lain yang semacam itu yang diperlakukan dengan kekaguman yang begitu besar pada tingkat nasional maupun internasional. Untuk derajat semacam itulah beberapa bangsa Muslim menghinakan diri di hadapan perilaku kafir, mereka bahkan memberikan nama baik mereka untuk mabuk dan merokok dan mengadakan perjamuan, yang hasil alaminya adalah perzinahan, dan yang jadi topik pembicaraannya adalah membual, menyombongkan diri dan memamerkan reputasi. Seorang Arab berada di tempat judi pacuan kuda, kasino, dan klub malam tidak cuma jadi pemandangan umum dan biasa, tetapi persahabatannya dengan elemen terburuk dari kuffar tidak lain adalah pemujaannya kepada musuh yahudi yang secara ucapan ia klaim sebagai musuh.

Bagaimanapun juga, jauh lebih buruk daripada kepribadian tidak bermoral ini adalah etos bisnis dan sosial yang menempatkannya dalam ruangan dewan perusahaan multi nasional dan mega bank, berhadapan muka dengan musuh yahudi, yang menjaminkan aspek paling ekonomis yang menghukum orang Arab dan jantung bumi Muslim dalamperbudakan yang tiada akhir.

Allah subhanahuwata’ala dengan jelas menyatakan dalam Kitab-Nya:

Wahai kaum mukmin, janganlah kalian menjadikan  orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin-pemimpin kalian. Mereka itu menjadi  pemimpin bagi sesama mereka. Siapa aja di antara kalian yang menjadikan mereka sebagai pemimpin, dia termasuk golongan kafir. Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yahudi dan Nasrani  yang berbuat  zalim. (5:50)

Allah subhanahuwata’ala juga berfirman:

Orang-orang kafir, satu dengan lainnya saling tolong-menolong. Wahai  kaum mukmin jika kalian satu dengan lainnya tidak saling tolong-menolong, maka akan muncul kekacauan dalam barisan kalian dan  kerusakan yang besar di muka bumi.

Orang-orang yang beriman, dan berhijrah, dan berjihad fi sabilillah, serta menolong dan melindungi Nabi dan kaum Muhajirin di Madinah, mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka berhak mendapatkan ampunan dan rezeki berlimpah dari Allah. (8:74-5)

Tetapi persahabatan dengan kuffar ini bukan hanya sebatas elit kekuasaan dan militer dan komunitas bisnis. Orang biasa juga melakukannya dalam ratusan cara yang menyedihkan mulai dari pakaian kuffar, hasil berkesinambungan dari industri fashion yahudi yang konyol, sampai game yang mereka mainkan dan cara berpakaian tanpa malu yang mempertontonkan tubuh manusia dalam olah raga, sampai film dan acara televisi yang diproduksi dan ditulis naskahnya oleh yahudi untuk secara terbuka menghina agama Islam dan Rasulullah salalahu’alayhiwasalam dan menyeru manusia kepada aktifitas seksual tak bermoral dan meninggalkan yang halal demi untuk melakukan yang haram. Ketika Perancis menyiarkan saluran televisi berbahasa Perancis dengan acara-acara kafir tidak bermoral secara sengaja di Tunisia, adakah yang protes? Kenapa jaringan teve kabelnya tidak dirusak, kenapa stasiun tevenya tidak dilenyapkan? Tetapi pertanyaan inilah yang harus ditanyakan tepat di seberang dunia Arab. Dan sejak kapan urusan-urusan tersebut menjadi semata-mata sebatas moralitas pribadi?

Kita harus masuk dengan cepat ke masalah yang sesungguhnya yaitu masalah sosial. Masalah perbankan, dan menjadi tuan rumah bagi militerisme kafir, menjadi masalah karena mengambil teman di antara kuffar pada tingkat persenjataan dan sistem moneter dan pendidikan yang telah menghancurkan etos Islam dengan begitu efektif dan canggih dalam beberapa ratus tahun terakhir. Anak muda sekarang membaca sebuah Islam yang mereka pikir mengikutsertakan isu-isu memerangi kuffar, sementara kepemimpinan dari gerakan itu sendiri didanai oleh kekuatan-kekuatan yang sama  yang mereka pikir sedang mereka lawan – suatu rahasia masyarakat Islam yang kepemimpinannya tersembunyi, yang pendanaannya dari musuh, gerakan pemuda dan pelajar yang moralnya berdasarkan pada gerakan fasis Kristen dan satu-satunya tugas adalah untuk menemukan aktifis masa depan dan kemudian merekrut mereka menjadi aparat dari negeri-negeri mereka atau menjadi ‘Islam resmi’ baru dengan Kementrian Agama Islam yang lucu.  Hal apa saja yang menjadi  urusan Islam? Bukankah seharusnya kita bertanya:  urusan apa yang bukan urusan Islam?

Wahai kaum mukmin, pelindung kalian adalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin yang melaksanakan shalat, mengeluarkan zakat, dan tunduk kepada Allah.

Siapa saja yang menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang mukmin sebagai penolongnya, ia termasuk pembela agama Allah. Sungguh orang-orang yang membela agama Allah pasti akan menang.   (5:55-56)

Abdullah ibn ‘Umar berkata: ‘Dia yang menempati tanah musyrikun, merayakan hari libur mereka dan festival-festivalnya, dan meniru mereka sepanjang hidupnya akan dibangkitkan bersama mereka pada Hari Kebangkitan.’

Abu Dawud dalam Sunan-nya meriwayatkan bahwa Rasulullah salalahu’alayhiwasalam, berkata: ‘Dia yang meniru suatu kaum maka dia adalah bagian dari kaum itu.’

Wahai kaum mukmin, janganlah kalian menjadikan selain orang mukmin sebagai pemimpin kalian. Apakah kalian ingin Allah menimpakan siksa-Nya dengan terang-terangan kepada kalian, karena memilih orang kafir menjadi pemimpin kalian?  (4:144)

As-Suyuti berkata ini bermakna suatu bukti jelas dari kemunafikan mu.

Allah subhanahuwata’ala juga berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan musuh-Ku dan musuh kalian sebagai teman-teman setia kalian, lalu karena rasa kasih sayang kalian kepada mereka, kalian sampaikan hal ihwal Rasul kepada mereka. Mereka sebenarnya telah kafir terhadap al Qur’an yang datang kepada kalian.  (60:1)

Tidak diragukan lagi bahwa umat Muslim telah dibujuk rayu, ditipu dan ditumbangkan ke dalam bencana berkawan dengan kuffar, sebagai hasil ditinggalkannya pendidikan kita, yang  digantikan dengan pendidikan mereka, juga moral, pemerintahan dan pengadilan, sehingga keunikan antropologi kita tenggelam dan terhapuskan, sampai pada satu titik yang dibolehkan hanyalah sebatas harapan romantisme dari masa lalu Islam kita di Museum Umat Manusia dan kamar mayat kebijaksanaan lain yang dirancang kaum yahudi  dan atas kehidupan yang pernah pada jaman dahulu kala dimiliki oleh suatu kaum yang saat ini menjadi orang-orang diperbudak oleh masyarakat ribawi mereka.

Malu dengan kekalahan kita di tangan musuh, kita tunduk kepada dien kufr dengan sia-sia sambil membayangkan barangkali bisa berlangsung masyarakat Islam yang didasarkan kepada prinsip dan moral kafir. Gerakan modernis yang sepenuhnya membawa malapetaka dan menjijikkan, dengan Islamnya yang telah ditulis ulang dinyatakan oleh musuh sebagai versi dari Islam yang tanpa risiko yang penuh kemenangan dan militan yang mereka miliki yang begitu mereka takutkan, berhasil  menjual ke dunia Arab dan jantung bumi Muslim suatu Islam yang tanpa unsur-unsur esensial yang  membuat Islam  bertahan hidup.

Pada tanda pertamanya dari kebangkitan Islam pasukan-pasukan kafir menggonggong mengenai fundamentalisme dan ‘kembali ke  seribu empat ratus tahun lalu’ dan membelakangi kemajuan. Yang sebenarnya adalah masyarakat mereka adalah sebuah kegagalan total, secara moral, spiritual dan politik. Itu merupakan rekam jejak ketakutan, siksaaan, degradasi manusia dan kematian yang tidak ada perbandingannya dalam sejarah manusia. Menurut statistik WHO – yakni organisasi besar yang sama tidak berdayanya – 900 juta orang menderita kelaparan. Di negeri-negeri miskin ini 30 anak meninggal setiap menitnya, artinya, satu anak meninggal setiap dua detik. Apakah ini yang harus kita diamkan – brave new world mereka?

Allah subhanahuwata’ala berfirman dalam Kitab-Nya:

Jika kami berkehendak menghancurkan suatu negeri, Kami jadikan orang-orang yang suka berbuat sesat di negeri itu sebagai pemimpin, lalu pemimpin itu berbuat rusak di negerinya. Akibat perbuatan rusak pemimpin mereka, turunlah azab kepada mereka dan Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (17:16)

Para bankir yang sombong dengan kekayaan riba mereka tidak menciptakan masyarakat yang berkasih-sayang. Yang disebut masyarakat modern berdasarkan ilmiah itu yang jauh dari sifat kemanusiaan telah terbukti lebih buruk dari yang terburuk melebihi buruknya jahiliyya. Sementara orang Cina berpura-pura modern serta melembagakan hukum-hukum untuk mengendalikan kelahiran melawan apa yang Allah dan Rasul-Nya salalahu’alayhiwasalam, telah ditetapkan oleh Kitab dan Sunnah, mereka menemukan diri mereka dalam kebangkrutan moral dan posisi pagan sebagaimana nenek moyang mereka. Dengan jumlah keluarga yang terbatas ini, orang Cina yang secara tradisi menginginkan anak laki-laki, dihadapkan pada  aturan yang tidak adil ini para orang tua telah didorong untuk membunuh anak perempuan yang baru lahir – persis seperti apa yang Rasul perintahkan untuk diakhiri seribu empat ratus tahun lalu.

Allah subhanahuwata’ala berfirman:

Ketika bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya.

Karena dosa apakah  bayi-bayiperempuan itu dibunuh?

Ketika lembaran-lembaran catatan amal dibagi-bagikan.

Ketika langit dilepaskan ikatannya

Ketika api neraka Jahim dinyalakan

Ketika  surga didekatkan kepada orang-orang yang taat kepada Allah dan bertauhid..

Saat itu  setiap manusia baru menyadari akan amal yang telah ia kerjakan di dunia  (81:8-14)

Mendeklarasikan ‘Liberty, fraternity dan equality’, etos mason dari masyarakat Kristen yang dikendalikan yahudi telah memperbudak muslim, memperlakukan mereka seperti anjing serta menurunkan martabat mereka dan Dien Islam. Orang Arab, yang merupakan dasar dari kehidupan intelektual kita, telah dibantai dalam gelombang-gelombang genosida, tanahnya digunakan sebagai ladang pembunuhan bagi perang kafir, kekayaannya dicuri darinya dan digantikan dengan uang kertas yang tidak berharga. Tanah mereka diduduki oleh pasukan-pasukan kafir untuk ‘perlindungan’-nya melawan kuffar lain. Dia dibayangi oleh boneka di dekatnya guna melawan keinginannya sendiri. ‘Gerakan Islam’ yang palsu telah diselinapkan padanya guna mengundang aktifis untuk melaksanakan misi bunuh diri sehingga ia pada gilirannya dapat diidentifikasi dan disembelih.

Dialektika setan yang cemerlang, selama seratus tahun, telah membuat kita semua hidup tanpa pengharapan. Sekarang, dikelilingi oleh haram dan gaya hidup kufr yang secara kemanusiaan menjijikkan, kita diminta untuk menjadi Muslim yang baik, sibuk berbisnis, menyimpan uang di bank Syariah, dan tunduk kepada hegemoni internasionalis yang dijalankan oleh yahudi dengan tidak ada lagi minat pada Israel ketimbang kepada Eskimo, karena hal tersebut bukanlah apapun kecuali pengalihan perhatian militan untuk memastikan orang Arab terus dijajah,  sementara kejahatan yang sesungguhnya, hegemoni perbankan, dilemparkan kepada bangsa Arab dan Muslim, menjerat dan memenjarakan mereka dalam sihir abstrak uang kertas yang bernilai nol.

Pendeknya, ini adalah waktu untuk mengidentifikasi musuh dan mendeklarasikan Jihad. Inilah waktu untuk menuntaskan Islam yang dikebiri karena kosong dari fara’id (kewajiban-kewajiban) dan kondisi-kondisi  yang perlu yang tanpa hal  itu Islam tidak dapat menang dan bertahan hidup. Waktunya untuk merestorasi Kitab dan Sunnahh kepada kedudukan mereka yang agung pasti berhasil tanpa kompromi, dan mendapatkan kemenangan yang telah dijanjikan yang dijaminkan kepada kita oleh Allah.

Identifikasilah musuh. Deklarasikanlah Jihad. Definisikan parameter-parameternya. Tunjukkanlah langkah-langkah pembukaannya. Gambarkanlah hasilnya dan tunjukkanlah akhirnya.

Dan doa kita adalah: Allah kembalikanlah kami kepada Kitab yang Memandu dan Pedang yang Membantu. Amin.

*) Teks Pendahuluan buku Ayat Pedang Jihad