Kiyai Mangku Negeri Morkes Effendi: “Mari Kembali ke Muamalah.”

733

Ahad pagi, 1 Mei 2016.  Sekitar pukul 10 pagi. Diiringi alunan shalawat Nabi SAW Kyai Mangku Negeri Morkes Effendi, SPd MH, mengggunting pita berwarna kuning hijau, meresmikan pembukaan Pasar Kiyai Mangku Negeri, di halaman Rumah Adat (Keraton) Kemangkunegerian Tanjungpura, Ketapang, Kalbar.

Sementara para pedagang telah bersiap di lapak masing-masing menanti pembeli.  Mereka dengan antusias menyambut dimulainya pasar muamalah, pasar yang mengikuti sunnah, tanpa sewa, tanpa pajak, dan tanpa riba ini. Dan, lebih dari itu, mata uang syar’i Dirham perak dan Dinar emas berlaku di pasar ini.

“Kita belum terlambat. Marilah kita kembali kepada sunnah, menjalankan muamalah,” demikian antara lain ajakan Kyai Mangku Negeri Morkes Effendi kepada umat Islam.  Selanjutnya Kiyai Mangku Negeri menyatakan  akan mengupayakan penyelenggaraan pasar terbuka ini secara lebih permanen.

Dengan mulai dibukanya Pasar Kiyai Mangku Negeri,  bertambahlah pasar sunnah di Nusantara, yang sebelumnya telah didirikan oleh Sultan Huzrin Hood, di Kesultanan Bintan Darul Masyhur, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Dengan pasar-pasar ini perdagangan rakyat kembali makin bergairah. Koin-koin perak dan emas beredar semakin luas di tangan rakyat. Harta riil dan kesejahteraan bergeliat merata.

Pembukaan Pasar Ketapang

“Kita rencana akan buka sepekan sekali,” kata M Yasir Anshari dari anggota  Kemangkunegerian Tanjungpura, yang bertanggung jawab atas operasional Pasar kiyai Mangku Negeri.  Sebelumnya M Yasir juga telah mengkordinasikan pembagian zakat mal dan sedekah lebih dari 100 Dirham perak di kalangan warga Kemangkunegerian Tanjungpura.

Beli Udang Ketapang

Selain kegiatan penegakkan syariat muamalah, di Kemangkunegerian Tanjungpura, juga mulai kembali diajarkan dan diamalkan pengajaran tentang haqeqat.  Majelis-majelis dzikir dan diwan diselenggarakan di lingkungan Keraton, dengan mengikuti bimbingan para mursyid Thariqah Qadiriyah-Sadziliah-Darqawiah. Inilah awal kembalinya Islam secara lengkap dalam kehidupan sehari-hari di Nusantara.

Ibadah dan muamalah. Syariat dan Haqeqat.

Wirid di Ketapang